PM Netanyahu Berterima Kasih Atas Dukungan Trump pada Israel

PM Netanyahu Berterima Kasih Atas Dukungan Trump pada Israel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 28 Mar 2017 13:59 WIB
PM Netanyahu Berterima Kasih Atas Dukungan Trump pada Israel
PM Netanyahu (Foto: REUTERS/Abir Sultan/Pool)
Washington - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas dukungannya pada Israel. Netanyahu juga berterima kasih atas terpilihnya Duta Besar AS yang baru untuk Israel.

Hal itu disampaikan Netanyahu dalam pidatonya via video link di konferensi tahunan forum pro-Israel terbesar di Washington, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).

"Israel berkomitmen untuk bekerja sama dengan Presiden Trump guna memajukan perdamaian dengan Palestina dan dengan semua tetangga kami," tutur Netanyahu seperti dilansir AFP, Selasa (28/3/2017), seraya menekankan bahwa Palestina harus mengakui Israel sebagai negara Yahudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak dilantik menjadi presiden pada Januari lalu, Trump menunjukkan dukungan lebih kuat bagi Israel. Hal ini membuat rezim Israel terus melakukan pembangunan permukiman Yahudi, yang selama ini ditentang komunitas internasional, termasuk AS.

Sebelumnya, mantan presiden Barack Obama kerap berselisih dengan Netanyahu, salah satunya terkait dengan penolakan AS atas pembangunan permukiman Yahudi di wilayah-wilayah Palestina.

Sementara itu, dalam forum AIPAC, Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan bahwa Trump serius tentang rencana memindahkan kedutaan Amerika di Israel ke Yerusalem timur.

Sebelumnya selama masa kampanye kepresidenan, Trump telah menjanjikan pada Netanyahu bahwa dirinya akan mengakui Yerusalem timur sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan AS ke sana.

Atas hal tersebut, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah mengingatkan AS untuk tidak memindahkan kedutaannya. Disebutkan bahwa pemindahan kedutaan AS akan membakar ekstremisme di wilayah tersebut dan menghilangkan semua kesempatan untuk solusi damai Timur Tengah.


(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads