Kepolisian Metropolitan London menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (27/3/2017), seorang pria ditangkap di pusat kota Birmingham pada Minggu, 26 Maret waktu setempat. Pria berumur 30 tahun ditangkap atas dugaan mempersiapkan serangan teror.
Sejauh ini, 12 orang telah ditangkap sejak Masood melancarkan serangan teror pada Rabu (22/3) yang menewaskan empat orang dan melukai puluhan orang lainnya. Namun sembilan orang telah dilepaskan tanpa dakwaan dan seorang wanita berumur 32 tahun telah dibebaskan dengan jaminan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita semua harus menerima bahwa ada kemungkinan kita tak akan pernah memahami mengapa dia melakukan ini. Pemahaman itu mungkin telah mati bersama dia," ujar pejabat senior antiterorisme, Neil Basu.
Basu pun mengimbau publik untuk melapor ke kepolisian jika memiliki informasi yang bisa mengungkap motif Masood. Kepolisian meyakini pria mualaf tersebut bertindak seorang diri, meskipun para penyelidik tengah berupaya mengetahui apakah dia didorong atau diperintahkan oleh orang lain.
Masood ditembak polisi usai membunuh seorang polisi di dekat gerbang Gedung Parlemen di London pada Rabu (22/3) sore waktu setempat. Sebelum menusuk mati polisi bernama Keith Palmer tersebut, pria berumur 52 tahun itu menabrakkan mobilnya ke para pejalan kaki di Jembatan Westminster, hingga menewaskan tiga orang. Ketiganya adalah seorang pria Amerika Serikat bernama Kurt Cochran (54), seorang wanita Inggris bernama Aysha Frade (43) dan seorang kakek berusia 75 tahun yang meninggal saat dirawat di rumah sakit. (ita/ita)











































