Dilansir dari AFP, Senin (27/3/2017), peristiwa ini terjadi di kelab malam Cameo, Cincinnati, pada Minggu (26/3) waktu setempat. Penembakan ini menewaskan satu orang dan melukai 15 orang pengunjung pesta. Orang-orang berhamburan keluar ruangan.
Pria bersenjata tetap berada di lokasi usai penembakan itu. Kepala Kepolisian Cincinnati Eliot Isaac menyatakan ruangan itu dipenuhi orang yang sedang berpesta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasilnya, ada 16 orang yang menderita luka akibat tembakan. Seorang di antaranya meninggal dunia," kata Isaac. "Dia berada kondisi yang amat sangat kritis sebelumnya," imbuhnya.
Nama orang yang tewas itu adalah Obryan Spikes, berusia 27 tahun. Wali Kota Cincinnati John Cranley mengatakan, "Tak ada bukti bahwa ini serangan teroris."
"Namun demikian, kepada para korban, adakah perbedaannya (antara korban teroris atau bukan)? Mereka telah diteror oleh kekerasan bersenjata, korban-korban tak berdosa," imbuh John Cranley.
"Ini sangat penting bagi semuanya untuk memahami bahwa orang-orang baru saja menikmati waktunya dan berakhir dengan tembakan. Ini jelas tak dapat diterima," tuturnya lagi.
Polisi menerima laporan adanya penembakan sekitar pukul 1.30 dini hari. Tak ada orang yang ditangkap. Isaac belum mengkonfirmasi apakah pelaku penembakan juga terluka atau tidak. "Investigasinya masih pada tahap awal," kata kepala kepolisian.
(dnu/dnu)











































