Pejabat militer Filipina, Mayor Jenderal Carlito Galvez Jr mengatakan, kedua warga Malaysia tersebut diselamatkan saat operasi militer Filipina di perairan wilayah Pulau Pata di provinsi Sulu, Filipina selatan pada Kamis dini hari waktu setempat.
Keduanya diidentifikasi sebagai Tayudin Anjut (45) dan Abdurahim Bin Sumas (62). Kedua pria tersebut termasuk di antara lima awak kapal penarik (tugboat) Malaysia yang diculik para militan Abu Sayyaf pada 18 Juli 2016 lalu di perairan wilayah Sabah, Malaysia.
Dikatakan Galvez, kedua pria Malaysia tersebut tampak dalam kondisi lemah saat diselamatkan. "Para dokter militer saat ini tengah menangani mereka di rumah sakit kita di Sulu," ujar Galvez yang menjabat sebagai Komandan Pasukan Komando Mindanao Barat, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (23/3/2017).
Menurut media Malaysia, The Star, para militan Abu Sayyaf awalnya sempat meminta uang tebusan sebesar 100 juta peso untuk pembebasan warga Malaysia yang disandera tersebut. Namun kemudian Abu Sayyaf menurunkan tuntutan uang tebusan menjadi 30 juta peso.
Mengenai pembebasan kedua sandera Malaysia, militer Filipina menegaskan bahwa keduanya diselamatkan dalam operasi penyelamatan dan tak ada uang tebusan yang dibayarkan kepada Abu Sayyaf.
(ita/ita)











































