Trump didampingi pejabat dan astronot NASA serta anggota parlemen AS saat menandatangani UU bernama NASA Transition Authorization Act of 2017 ini di Ruang Oval Gedung Putih. Senator Texas Ted Cruz dan Senator Florida Bill Nelson yang mencetuskan UU ini, turut hadir.
Di sela-sela penandatangan UU ini, Trump menyatakan bahwa menjadi astronot merupakan 'pekerjaan yang cukup sulit' dan mengaku tidak yakin jika dirinya ingin menjadi astronot. Trump kemudian bertanya kepada para anggota parlemen yang hadir dan Cruz menjawab senada dengan Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda bisa mengirimkan Kongres ke ruang angkasa," celetuk Cruz yang memicu tawa, termasuk tawa Trump, seperti dilansir news.com.au dan ABC News, Rabu (22/3/2017).
Baca juga: Trump Teken Anggaran Rp 259 T untuk NASA, Termasuk Misi ke Mars
Trump langsung setuju dengan gagasan Cruz itu. "Sungguh ide yang luar biasa," timpal Trump kepada Cruz.
Trump sedang menghadapi voting krusial di tingkat DPR atau House of Representatives (HOR) untuk pencabutan layanan kesehatan Affordable Care Act atau Obamacare yang sejak lama dijanjikannya. Namun di sisi lain, pencabutan layanan kesehatan era Presiden Barack Obama itu memicu perlawanan dari kalangan konservatif Partai Republik.
Terkait UU NASA ini, Cruz menyebutnya sebagai pencapaian 'luar biasa'. Cruz menyebut UU NASA ini merupakan yang pertama kalinya bagi Badan Antariksa AS itu dalam 7 tahun terakhir. Gedung Putih dalam pernyataannya menyebut UU ini merupakan yang pertama diloloskan dalam 6 tahun terakhir.
Penandatangan UU ini juga berarti meloloskan alokasi anggaran US$ 19,5 miliar atau setara Rp 259 triliun untuk berbagai misi NASA, termasuk misi ke Mars. Sesuai undang-undang ini, NASA akan tetap menjalankan rencananya untuk mengirimkan manusia ke Mars pada tahun 2030-an mendatang.
(nvc/ita)










































