Korut Tanggapi Enteng Peringatan AS Soal Kemungkinan Aksi Militer

Korut Tanggapi Enteng Peringatan AS Soal Kemungkinan Aksi Militer

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 21 Mar 2017 17:24 WIB
Korut Tanggapi Enteng Peringatan AS Soal Kemungkinan Aksi Militer
Foto: Internet
Washington - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Rex Tillerson telah mengingatkan kemungkinan serangan militer terhadap Korea Utara (Korut), jika negeri komunis itu terus meningkatkan ancaman lewat program nuklir dan rudalnya. Pemerintah Korut menanggapi enteng peringatan AS tersebut.

Bahkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan, Korut punya kemampuan untuk merespons kuat ancaman perang dari AS.

"Kekuatan nuklir Korut merupakan pedang keadilan yang berharga dan penangkal perang yang paling bisa diandalkan untuk mempertahankan tanah air sosialis dan kehidupan rakyatnya," demikian disampaikan juru bicara tersebut seperti dikutip kantor berita resmi Korut, KCNA dan dilansir Press TV, Selasa (21/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Ditegaskan juru bicara tersebut, pemerintah AS harus mengakui bahwa Korut merupakan negara berkemampuan nuklir yang punya keinginan dan kemampuan untuk merespons sepenuhnya setiap perang yang ingin ditimbulkan AS. Dikatakannya, jika pemerintah AS mengira mereka akan membuat Korut takut, maka AS akan menyadari bahwa metode mereka akan gagal.

Pekan lalu, Menlu Tillerson menyatakan kebijakan diplomasi selama bertahun-tahun terhadap Korut terkait program senjata nuklirnya, telah gagal. Saat ini aksi militer terhadap Korut masuk dalam opsi untuk dipertimbangkan.

"Biar saya perjelas: kebijakan kesabaran strategis telah berakhir. Kami sedang mengeksplorasi serangkaian langkah-langkah baru keamanan dan diplomatik. Semua opsi dipertimbangkan," ujar Tillerson saat konferensi pers dalam kunjungannya ke Seoul, Korsel seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (18/3/2017).

Tillerson mengatakan, aksi militer mungkin dilakukan jika Korut meningkatkan ancamannya. "Jika mereka meningkatkan ancaman dari program senjata mereka ke level yang kita yakin perlu tindakan, opsi itu bisa dipertimbangkan," ujar Tillerson kepada pers ketika ditanya mengenai aksi militer terhadap Korut.

Korut selama ini telah mendapat sanksi-sanksi internasional terkait program nuklir dan rudalnya. Namun meski dikenai sanksi, negeri komunis itu tetap membangkang dengan terus melakukan uji coba nuklir dan rudal.

Korut telah melakukan dua kali uji coba nuklir dan serangkaian uji coba rudal sejak awal tahun 2016 lalu. Pekan lalu, negeri komunis itu meluncurkan empat rudal balistik dan sedang berusaha mengembangkan rudal-rudal balistik yang bisa menjangkau wilayah AS.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads