Seperti dilansir CNN, Selasa (21/3/2017), menurunnya angka kepuasan publik terhadap Trump itu didasarkan pada hasil polling terbaru Gallup. Gallup merupakan perusahaan konsultan global yang berbasis di AS.
Berdasarkan polling yang sama, angka ketidakpuasan publik terhadap kinerja Trump sebagai Presiden AS mencapai 58 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurunnya angka kepuasan publik terhadap Trump ini muncul saat Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI) James Comey akan menghadap anggota parlemen AS. Comey akan mengungkapkan tidak ada bukti mendukung klaim Trump soal mantan Presiden Barack Obama menyadap Trump Tower semasa pilpres tahun lalu.
Terlepas dari kontroversi soal klaim penyadapan dirinya, polling Gallup ini semakin menunjukkan ketidakpuasan publik dengan kinerja Trump selama ini.
Trump baru-baru ini menghadapi reaksi besar dari publik atas pencabutan dan penggantian layanan kesehatan Affrodable Care Act peninggalan era Obama, juga reaksi keras terhadap kebijakan imigrasi versi revisi yang akhirnya ditangguhkan pengadilan.
Gallup sendiri melacak angka kepuasan maupun ketidakpuasan publik terhadap Trump setiap hari. Pelacakan dilakukan setiap harinya dengan wawancara via telepon dengan 1.500 warga AS dan memiliki margin of error sekitar 3 persen.
Secara terpisah, Trump telah menanggapi polling soal kepuasan publik terhadap dirinya ini via Twitter. Trump menyinggung CNN yang mengulas polling itu dan kembali menyebutnya sebagai 'media palsu'.
"Baru saja mendengar Fake News CNN melakukan polling lagi, terlepas fakta bahwa polling pilpres mereka sangat melenceng. Rating jauh lebih tinggi di Fox," kicau Trump pada akun pribadinya @realDonaldTrump, merujuk pada media konservatif AS Fox News.
(nvc/ita)











































