Pemerintahan Trump Pertimbangkan Sanksi Lebih Berat terhadap Korut

Pemerintahan Trump Pertimbangkan Sanksi Lebih Berat terhadap Korut

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 21 Mar 2017 13:38 WIB
Pemerintahan Trump Pertimbangkan Sanksi Lebih Berat terhadap Korut
Donald Trump dan Melania (Foto: Getty Images)
Washington - Pemerintahan Donald Trump tengah mempertimbangkan sanksi-sanksi baru yang lebih berat terhadap Korea Utara (Korut). Sanksi ini dimaksudkan untuk memutus Korut dari sistem keuangan global sebagai bagian dari langkah-langkah baru untuk menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korut.

Seorang pejabat senior AS mengatakan, sanksi tersebut akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan tekanan diplomatik dan ekonomi -- khususnya pada bank-bank dan perusahaan China yang berbisnis dengan Korut -- ditambah dengan peningkatan pertahanan AS dan sekutu-sekutunya, Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.

Pejabat AS tersebut mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (21/3/2017), penasihat keamanan nasional AS, H.R. McMaster saat ini tengah menyusun rekomendasi kebijakan untuk disampaikan ke Trump beberapa hari ini. Kemungkinan sebelum pertemuan Trump dengan Presiden Xi Jinping pada awal April mendatang. Masalah Korut akan menjadi agenda penting dalam pertemuan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan pejabat AS tersebut, pejabat-pejabat pemerintahan Trump termasuk Menteri Luar Negeri (Menlu) Rex Tillerson, secara khusus telah mengingatkan China tentang sanksi-sanksi baru yang akan menargetkan bank-bank dan perusahaan China yang berbisnis dengan Korut.

Langkah-langkah baru yang tengah dipertimbangkan tersebut akan menandai eskalasi tekanan Trump terhadap China untuk lebih menggunakan pengaruhnya terhadap Korut. Belum jelas bagaimana China akan merespons sanksi-sanksi ini, namun pemerintah China telah menyampaikan penolakan keras atas sanksi-sanksi baru terhadap Korut.

Sebelumnya, Menlu Tillerson menyatakan kebijakan diplomasi selama bertahun-tahun terhadap Korut terkait program senjata nuklirnya, telah gagal. Saat ini aksi militer terhadap Korut masuk dalam opsi untuk dipertimbangkan.

"Biar saya perjelas: kebijakan kesabaran strategis telah berakhir. Kami sedang mengeksplorasi serangkaian langkah-langkah baru keamanan dan diplomatik. Semua opsi dipertimbangkan," ujar Tillerson saat konferensi pers dalam kunjungannya ke Seoul, Korsel seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (18/3/2017).

Tillerson mengatakan, aksi militer mungkin dilakukan jika Korut meningkatkan ancamannya. "Jika mereka meningkatkan ancaman dari program senjata mereka ke level yang kita yakin perlu tindakan, opsi itu bisa dipertimbangkan," ujar Tillerson kepada pers ketika ditanya mengenai aksi militer terhadap Korut.

Korut selama ini telah mendapat sanksi-sanksi internasional terkait program nuklir dan rudalnya. Namun meski dikenai sanksi, negeri komunis itu tetap membangkang dengan terus melakukan uji coba nuklir dan rudal.

Korut telah melakukan dua kali uji coba nuklir dan serangkaian uji coba rudal sejak awal tahun 2016 lalu. Pekan lalu, negeri komunis itu meluncurkan empat rudal balistik dan sedang berusaha mengembangkan rudal-rudal balistik yang bisa menjangkau wilayah AS.

(ita/ita)


Berita Terkait