Seperti dilansir Reuters, Selasa (21/3/2017), pemeriksaan ini dilakukan otoritas Yunani setelah dua paket berisi bahan peledak lolos dari pemeriksaan pihak pos. Dua paket berisi peledak atau disebut 'bom parsel' yang dikirim dari Yunani, memicu insiden di Prancis dan Jerman, pekan lalu.
Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble menerima sebuah paket berisi buku yang di dalamnya berisi peledak. Untungnya paket itu berhasil diamankan oleh otoritas Jerman sebelum meledak dan memakan korban. Kemudian sebuah surat meledak saat dibuka seorang staf di kantor Dana Moneter Internasional (IMF) di Paris, Prancis. Akibat ledakan ini, seorang wanita staf administrasi IMF mengalami luka-luka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Paket Bahan Peledak di Kantor Menteri Jerman Dikirim dari Yunani
Tidak disebutkan lebih lanjut siapa saja para penerima paket mencurigakan itu. Namun seorang sumber keamanan Yunani menyebut paket itu ditujukan untuk sosok penting di beberapa negara Eropa.
"Dialamatkan untuk para pejabat pada institusi dan perusahaan ekonomi," sebutnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Sebuah kelompok militan lokal Yunani diyakini sebagai pihak yang bertanggung jawab di balik parsel bom ini. Kelompok semacam itu pernah mengirimkan surat berisi peledak ke kedutaan besar asing di Athena dan juga kepada para pemimpin Eropa tahun 2010 lalu.
Secara terpisah, kelompok bernama Conspiracy of Fire Cells telah mengklaim bertanggung jawab atas paket bom yang dikirim ke Yunani pada 15 Maret. Namun kelompok itu tidak mengklaim bertanggung jawab atas surat yang meledak di Prancis pada 16 Maret.
Baca juga: Surat Meledak Saat Dibuka di Kantor IMF Paris, 1 Staf Luka-luka
Kendati demikian, otoritas Yunani meyakini kelompok yang sama ada di balik kedua paket peledak itu. Dalam kedua kasus, masing-masing paket sama-sama mencantumkan anggota partai oposisi konservatif Yunani, New Democracy sebagai pengirimnya.
Motif pengiriman paket bom ini belum diketahui pasti. Namun Yunani memiliki sejarah panjang untuk serangan kelompok militan atau gerilya urban semacam ini. Salah satunya, Conspiracy of Fire Cells yang mendalangi serangan pengeboman tahun 2009 lalu. Nama kelompok itu meroket setelah krisis ekonomi melanda Yunani dan diyakini mendalangi lebih dari 150 aksi kriminal oleh kepolisian Yunani.
(nvc/ita)











































