DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 18:52 WIB

Bawa 247 Ekor Murai Batu di Malaysia, 2 WNI Didenda Rp 180 Juta

Novi Christiastuti - detikNews
Bawa 247 Ekor Murai Batu di Malaysia, 2 WNI Didenda Rp 180 Juta Ilustrasi (AFP Photo/Joshua Lott)
Kuala Lumpur - Dua warga negara Indonesia (WNI) dihukum denda total 60 ribu ringgit (Rp 180 juta) oleh pengadilan Malaysia. Keduanya terbukti bersalah menyimpan 247 ekor burung murai batu, yang tergolong hewan dilindungi di Malaysia.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Senin (20/3/2017), kedua WNI itu diidentifikasi bernama Aat Yudiatno (49) dan Ernawan Hadianto (25). Keduanya mengaku bersalah telah menyimpan ratusan ekor burung murai batu di bagasi bus. Keduanya disebut bekerja serabutan di Malaysia.

Burung murai batu atau disebut juga 'white-rumped shama' masuk kategori hewan dilindungi di Malaysia, tepatnya di bawah First Schedule of the Wildlife Conservation Act 2010.

Seorang warga Malaysia bernama Yusof Misoun (61) juga diadili dalam kasus yang sama. Yusuf yang mengemudikan bus yang membawa spesies dilindungi itu, menyangkal dakwaan yang dijeratkan kepadanya.

Ketiga terdakwa dijerat tiga dakwaan dalam kasus ini. Dalam dakwaan pertama, mereka didakwa memiliki 214 ekor murai batu di dalam bus yang melaju di KM 32,8 North-South Expressway, dekat rest area Kulai, Johor Baru, pada 14 Maret.

Mereka dijerat pasal 60 ayat 2 Wildlife Conservation Act 2010, yang memiliki ancaman hukuman minimum denda 20 ribu ringgit dan maksimum denda 50 ribu ringgit, atau hukuman penjara maksimum 3 tahun penjara.

Dalam dakwaan kedua dan ketiga, mereka didakwa tiga telur dan 30 ekor burung murai batu spesies yang sama, namun semuanya betina. Untuk dua dakwaan ini, mereka dijerat pasal 61 dan pasal 62 Wildlife Conservation Act 2010, yang memiliki ancaman hukuman maksimum denda 100 ribu ringgit atau hukuman penjara maksimum 5 tahun penjara.

Saat persidangan, pengacara yang mewakili Aat dan Ernawan, Muhammad Ashraff Mohd Diah meminta agar kliennya divonis hukuman minimum. Sang pengacara berargumen kedua WNI itu bukan sindikat utama dan melakukan 'pekerjaan' ini demi kehidupan sehari-hari.

Namun jaksa Shamsul Hakim Ahmad meminta para terdakwa dijatuhi hukuman lebih berat agar jera.

Kepada dua WNI itu, hakim Kamarudin Kamsun menjatuhkan hukuman denda masing-masing 20 ribu ringgit untuk dakwaan pertama dan denda masing-masing 5 ribu ringgit untuk dakwaan kedua dan ketiga. Dengan demikian, masing-masing WNI dijatuhi denda 30 ribu ringgit (Rp 90 juta). Jika ditotal, hukuman denda untuk keduanya mencapai 60 ribu ringgit.


(nvc/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed