Seperti dilansir Reuters, Senin (20/3/2017), pria bernama Sean Patrick Keoughan asal Roanoke, Virginia, ditangkap setelah mendekati pos keamanan dekat Gedung Putih pada Sabtu (18/3) malam, sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Keoughan saat itu mengendarai mobil curian merek Chevrolet Impala 2017.
"Ada bom di bagasi mobil," tutur Keoughan kepada agen Secret Service yang sedang berjaga di post keamanan itu. Saat itu, laporan polisi menyebut, Keoughan terlihat memegang sesuatu di tangan kanannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh otoritas setempat, Keoughan dijerat dakwaan ancaman bom palsu dan pengunaan kendaraan tanpa izin resmi.
Insiden ini merupakan insiden kedua yang terjadi pada Sabtu (18/3). Satu insiden lainnya terjadi pada Sabtu (18/3) siang, sekitar pukul 12.40 waktu setempat, saat seorang pria nekat memanjat rak sepeda di area buffer depan Gedung Putih.
Dalam insiden itu, kepolisian Washington DC melaporkan bahwa seorang pria bernama William Bryant Rawlinson (58) asal Silver Spring, Maryland, ditangkap atas dakwaan masuk tanpa izin. "Berdiri di belakang pembatasan keamanan di area dilarang masuk, meneriakkan pernyataan tak masuk akal," demikian bunyi laporan Secret Service soal Rawlinson.
Saat dua insiden itu terjadi, Presiden Donald Trump sedang berada di Florida bersama keluarganya.
Dalam sepekan terakhir, setidaknya telah terjadi tiga kali insiden keamanan di Gedung Putih. Salah satunya pada 10 Maret lalu, saat seorang pria berhasil memanjat pagar Gedung Putih dan berada di halaman kediaman Presiden AS itu selama 16 menit sebelum ditahan. Saat insiden itu terjadi, Trump sedang berada di dalam Gedung Putih. Secret Service pun menuai kritikan keras.
(nvc/ita)











































