DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 09:40 WIB

Mengaku Bawa Bom di Dekat Gedung Putih, Pria 29 Tahun Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Mengaku Bawa Bom di Dekat Gedung Putih, Pria 29 Tahun Ditangkap Ilustrasi (REUTERS/Carlos Barria)
Washington DC - Seorang pria berusia 29 tahun ditangkap Secret Service di dekat Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat (AS). Pria ini memberi tahu agen Secret Service yang berjaga, bahwa dirinya membawa bom.

Seperti dilansir Reuters, Senin (20/3/2017), pria bernama Sean Patrick Keoughan asal Roanoke, Virginia, ditangkap setelah mendekati pos keamanan dekat Gedung Putih pada Sabtu (18/3) malam, sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Keoughan saat itu mengendarai mobil curian merek Chevrolet Impala 2017.

"Ada bom di bagasi mobil," tutur Keoughan kepada agen Secret Service yang sedang berjaga di post keamanan itu. Saat itu, laporan polisi menyebut, Keoughan terlihat memegang sesuatu di tangan kanannya.

Usai mengatakan hal itu, Keoughan langsung ditangkap agen Secret Service. Namun saat ditangkap dia mengakui bahwa ancaman bom itu palsu. "Ini hanya tes," sebut Keoughan kepada Secret Service usai dia ditangkap.

Oleh otoritas setempat, Keoughan dijerat dakwaan ancaman bom palsu dan pengunaan kendaraan tanpa izin resmi.

Insiden ini merupakan insiden kedua yang terjadi pada Sabtu (18/3). Satu insiden lainnya terjadi pada Sabtu (18/3) siang, sekitar pukul 12.40 waktu setempat, saat seorang pria nekat memanjat rak sepeda di area buffer depan Gedung Putih.

Dalam insiden itu, kepolisian Washington DC melaporkan bahwa seorang pria bernama William Bryant Rawlinson (58) asal Silver Spring, Maryland, ditangkap atas dakwaan masuk tanpa izin. "Berdiri di belakang pembatasan keamanan di area dilarang masuk, meneriakkan pernyataan tak masuk akal," demikian bunyi laporan Secret Service soal Rawlinson.

Saat dua insiden itu terjadi, Presiden Donald Trump sedang berada di Florida bersama keluarganya.

Dalam sepekan terakhir, setidaknya telah terjadi tiga kali insiden keamanan di Gedung Putih. Salah satunya pada 10 Maret lalu, saat seorang pria berhasil memanjat pagar Gedung Putih dan berada di halaman kediaman Presiden AS itu selama 16 menit sebelum ditahan. Saat insiden itu terjadi, Trump sedang berada di dalam Gedung Putih. Secret Service pun menuai kritikan keras.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed