Dilansir Reuters, Sabtu (18/3/2017), Raja Salman mengakhiri kunjungan resminya pada hari ini. Negara-negara yang dikunjungi Raja Salman merupakan negara importir minyak asal Arab Saudi.
Kunjungan Raja Salman ke negara-negara tersebut bertujuan untuk mempromosikan kesempatan investasi bersama Kerajaan Saudi. Termasuk penjualan saham perusahaan minyak nasional Saudi, Aramco.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: RI Bantah Gabung dengan Koalisi Militer Islam Bentukan Saudi
Pada hari pertama kunjungannya di China, Kamis (16/3), Raja Salman meneken perjanjian senilai US$ 65 miliar atau setara Rp 864,5 triliun (kurs Rp 13.300/US$). Sementara itu dia menunda kunjungannya ke Maladewa Sabtu (18/3) karena wabah flu.
(ams/dnu)











































