Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis Pierre-Henry Brandet mengatakan, dua terminal yang ada di bandara tersebut ditutup usai penembakan pada Sabtu sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Dikatakannya, hampir 3 ribu orang telah dievakuasi, hanya dari terminal selatan saja, dan mereka yang berada di terminal lainnya telah "diamankan."
"Seorang pria mengambil senjata api dari seorang tentara, kemudian bersembunyi di sebuah toko di bandara sebelum ditembak mati oleh aparat keamanan," terang Brandet seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (18/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kejadian ini, seluruh penerbangan dari dan ke Bandara Orly telah ditunda. Insiden ini terjadi di saat Prancis tengah bersiaga menjelang pemilihan presiden yang akan digelar dalam waktu dekat.
Prancis saat ini masih dalam keadaan darurat menyusul serangkaian serangan teror, termasuk pembantaian di Paris pada November 2015 dan serangan truk maut di Nice pada Juli 2016. Kemudian pada pertengahan Februari lalu, seorang warga Mesir melakukan serangan golok di museum Louvre di Paris. (ita/ita)











































