Seperti dilansir AFP, Jumat (17/3/2017), batu mulai berukuran besar ini, ditemukan pendeta bernama Emmanuel Momoh di area penggalian yang kaya berlian di wilayah Kono. Momoh merupakan salah satu dari ribuan orang yang mencoba keberuntungan mereka di area penggalian itu.
Momoh merupakan seorang pekerja tambang yang bekerja untuk dirinya sendiri, namun memiliki izin resmi pemerintah. Sesuai undang-undang yang berlaku di Sierra Leone, Momoh berhak atas penjualan berlian itu. Namun empat persen dari nilai penjualan menjadi hak pemerintah, untuk biaya valuasi dan ekspor. Belum lagi dikurangi pajak pendapatan yang besarannya tidak ditentukan secara tetap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berlian temuan Momoh itu diserahkan kepada Presiden Ernest Bai Koroma pada Rabu (15/3) waktu setempat, sebelum dimasukkan ke brankas Bank Sentral Sierra Leone di ibu kota Freetown. Berlian itu menunggu penaksiran resmi di bawah Kimberley Process, yang mensertifikasi berlian sebagai 'bebas konflik'.
Dalam pernyataannya, pemerintah Sierra Leone menyatakan, berlian itu akan dijual di Sierra Leone di bawah proses pelelangan yang transparan. Pemerintah berterima kasih pada pemimpin wilayah Tankoro, tempat berlian itu ditemukan, karena tidak menyelundupkannya ke luar negeri.
Pemerintah Sierra Leone telah berupaya keras memberantas praktik penyelundupan berlian lintas perbatasan yang marak. Pemerintah juga berusaha meyakinkan investor asing bahwa 'berlian berdarah' yang sebelumnya menjadi ciri khas Sierra Leone, telah menjadi masa lalu.
Nilai berlian itu belum diketahui pasti. AFP menyebut, cenderung sulit menaksir nilai berlian kasar itu tanpa bantuan pakar berlian yang mengetahui 'cacat' dan warna berlian yang masih belum diasah.
Pakar berlian yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Paul Zimnisky, menuturkan kepada AFP, setelah kualitas berlian itu bisa ditaksir secara resmi, maka diperkirakan berlian itu akan menempati 'peringkat ke-10 hingga ke-15 sebagai berlian terbesar yang pernah ditemukan'.
Sebagai perbandingan adalah potongan berlian Jonker, yang awalnya ditemukan di Afrika Selatan sebesar 726 karat dan tercatat sebagai berlian terbesar ke-10 di dunia, akan dijual di Hong Kong pada Mei mendatang. Jonker dijual dalam bentuk potongan lebih kecil dan telah dipoles.
Zimnisky menyebut, potongan Jonker sebesar 25 karat dihargai hingga US$ 2,2 juta (Rp 29 miliar) hingga US$ 3,6 juta (Rp 48 miliar). Dengan harga itu, berarti berlian itu bernilai US$ 88 ribu (Rp 1,1 miliar) hingga US$ 144 ribu (Rp 1,9 miliar) per karat.
(nvc/ita)











































