James Bigby, mantan teknisi berumur 61 tahun, disuntik mati pada Selasa (14/3) malam waktu setempat setelah lebih dari seperempat abad dijatuhi vonis mati. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/3/2017).
Dalam pernyataan terakhirnya, Bigby meminta maaf kepada keluarga para korbannya dan mengucapkan terima kasih kepada para sipir penjara atas kepedulian mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bigby mengaku kepada polisi bahwa dia membunuh pria-pria tersebut karena dia yakin mereka berkonspirasi dengan majikan Bigby saat itu, untuk menggagalkan tuntutan kompensasi pekerja yang diajukannya. Namun Bigby tak bisa menjelaskan mengapa dia membunuh sang bayi.
Dalam persidangannya tahun 1991, sempat terjadi insiden dramatis, ketika Bigby berhasil mengambil sebuah pistol dari sebuah laci di ruang sidang. Dia kemudian mencoba kabur dengan menyandera hakim Don Leonard, namun hakim berhasil mengalahkan Bigby dengan bantuan jaksa.
(ita/ita)










































