"Para pemimpin mengakui kemungkinan bahwa Korut bisa melakukan aksi-aksi provokasi selama latihan Key Resolve/Foal Eagle, atau dalam kaitan dengan event-event politik besar Korut pada April mendatang," demikian statemen kantor Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Joseph Dunford mengenai latihan militer AS-Korsel.
Dalam statemen itu disebutkan seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (15/3/2017), dalam percakapan telepon yang berlangsung sekitar 30 menit, pemimpin militer AS dan Korsel membahas opsi-opsi respons terhadap Korut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, latihan tersebut melibatkan sekitar 17 ribu tentara Amerika dan lebih dari 300 ribu tentara Korsel. Pemerintah Korsel telah menyatakan, skala latihan tahun ini serupa dengan latihan tahun lalu.
Sementara itu, Perdana Menteri China Li Keqiang juga menyatakan situasi di semenanjung Korea saat ini sangat tegang. "Ketegangan bisa memicu konflik, yang hanya akan mendatangkan bahaya bagi semua pihak yang terlibat," ujar Li dalam konferensi pers tahunannya di Beijing.
"Jadi kami harap semua pihak terkait akan bekerja sama untuk meredakan situasi, membawa permasalahan ke jalur dialog dan bekerja sama untuk menemukan solusi yang tepat," imbuhnya. (ita/ita)











































