"Para korban luka dibawa lintas perbatasan di mana mereka mendapat pertolongan pertama dari tim medis Israel, sebelum mereka dibawa ke sejumlah rumah sakit," demikian pernyataan militer Israel seperti dilansir AFP, Rabu (15/3/2017).
Tidak disebutkan langsung apakah para pemberontak yang bertempur melawan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad ikut dirawat di Israel.
Rezim Assad di Suriah kerap menuding Israel, yang merupakan negara tetangganya, sebagai pendukung 'teroris'. Sebutan teroris digunakan rezim Suriah untuk menyebut seluruh musuhnya.
Kedua negara ini secara resmi masih dalam kondisi perang selama beberapa dekade terakhir. Meskipun suasana di perbatasan kedua negara cenderung sunyi, hingga akhirnya konflik Suriah pecah pada tahun 2011 lalu.
Israel sendiri telah beberapa kali melancarkan serangan udara ke dalam wilayah Suriah. Beberapa serangan di antaranya menargetkan militan asal Libanon, Hizbullah, yang merupakan musuh Israel namun menjadi sekutu rezim Suriah.
Hizbullah mengerahkan para anggotanya di dalam wilayah Suriah untuk membentuk rezim Assad dalam konflik yang berkepanjangan.
(nvc/jor)











































