Kepolisian Israel menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (13/3/2017), insiden itu terjadi di dekat pintu masuk ke kota Yerusalem. Pelaku penusukan disebut sebagai warga Yerusalem timur. Pria Palestina itu masuk ke pos penjaga perbatasan dan menikam dua petugas hingga terluka. Pria itu kemudian ditembak mati oleh polisi Israel.
Menurut kepolisian Israel, salah satu penjaga perbatasan mengalami luka-luka serius akibat penusukan tersebut, seorang lainnya mengalami luka lebih ringan.
Menurut penghitungan media AFP, gelombang kekerasan yang terjadi sejak Oktober 2015 lalu, sejauh ini telah menewaskan setidaknya 255 warga Palestina. Selain itu, 40 warga Israel, dua warga Amerika Serikat, seorang warga Yordania, seorang warga Eritrea dan seorang warga Sudan juga tewas selama gelombang kekerasan tersebut.
Menurut otoritas Israel, kebanyakan warga Palestina yang tewas tersebut merupakan pelaku serangan penikaman. Sejumlah warga Palestina lainnya tewas ditembak saat bentrokan ataupun aksi-aksi protes.
(ita/ita)











































