DetikNews
Senin 13 Maret 2017, 12:20 WIB

Pangeran Arab Saudi Terbang ke AS Untuk Temui Donald Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Pangeran Arab Saudi Terbang ke AS Untuk Temui Donald Trump Pangeran Mohammed bin Salman (SPA/arabnews.com)
Riyadh - Wakil Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu Presiden AS Donald Trump. Pertemuan ini akan menjadi yang perdana bagi keduanya, setelah Trump dilantik pada Januari lalu.

Disampaikan Kerajaan Saudi dalam pernyataannya seperti dikutip kantor berita Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir Reuters, Senin (13/3/2017), Pangeran Mohhamed terbang langsung dari Saudi ke AS pada Senin (13/3) waktu setempat, untuk kunjungan yang sudah direncanakan sebelumnya.

Pangeran Mohammed yang merupakan anak Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari istri ketiganya ini, dikenal sebagai salah satu sosok berpengaruh di Saudi. Selain ditunjuk menjadi Wakil Putra Mahkota, Pangeran Mohammed yang masih berusia 31 tahun, juga menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) Saudi. Dia mencetak sejarah sebagai Menhan termuda di dunia. Pangeran Mohammed juga merupakan sosok yang mencetuskan rencana reformasi ekonomi Saudi.

"Membahas penguatan hubungan bilateral dan pengkajian isu-isu kawasan yang menjadi minat kepentingan kedua pihak," demikian pernyataan Kerajaan Saudi soal topik yang akan dibahas Pangeran Mohammed bersama Trump dan pejabat AS lainnya.

Baca juga: Kiprah Anak Raja Salman, Astronot Muslim Pertama dan Menhan Termuda

Kunjungan kerja Pangeran Mohammed di AS ini akan dimulai pada Kamis (16/3) waktu setempat. Namun tidak diketahui pasti detail agenda Pangeran Mohammed selama di AS.

Sebelum terbang ke AS, sebut SPA, Pangeran Mohammed bertemu dengan CEO Citigroup Michael Corbat di Riyadh untuk membahas peluang investasi di Saudi dan secara global.

Raja Salman sendiri kini sedang berada di Jepang, setelah sebelumnya melakukan kunjungan kenegaraan sekaligus liburan di Indonesia. Saat berbicara dengan Raja Salman sesaat usai dilantik pada 20 Januari lalu, Trump menyatakan sepakat untuk mendukung zona aman di Suriah dan Yaman.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed