Dikutip dari reuters, Senin (13/3/2017), kelompok itu menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan basis militer Iran yang mendukung pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah. Mereka merupakan kelompok anti-pemerintahan al-Assad yang dinilainya sebagai tiran da bertanggung jawab karena telah 'membunuh' orang-orang Suriah.
Kebanyakan korban dalam dua ledakan tersebut adalah peziarah Syiah asal Irak. Mereka tengah berziarah ke sebuah makam yang terletak dekat kota tua di Damaskus. Sebuah laporan menyatakan bahwa sedikitnya 20 pejuang pendukung pemerintah juga tewas akibat 2 bom bunuh diri tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hayat Tahrir al-Sham merupakan gabungan dari Jabhat Fateh al-Sham (dulunya merupakan front Nusra Al Qaeda), dengan beberapa kelompok. Aliansi ini tak berkaitan dengan ISIS.
Sebelumnya dilaporkan bahwa kedua bom itu dibawa oleh dua pelaku bom bunuh diri. Serangan pertama terjadi di terminal di mana para peziarah datang dan pergi pada Sabtu (11/3) waktu setempat. Lokasi itu dekat pemakaman Bab al-Saghir.
Lalu serangan kedua terjadi 10 menit kemudian. Serangan itu menimbulkan banyak korban dari sipil.
(bag/jbr)











































