Kedua pihak melakukan latihan tersebut awal pekan ini, dengan melibatkan kapal-kapal penghancur milik Jepang dan sebuah kapal induk Angkatan Laut AS. Demikian dilaporkan media-media Jepang, Sankei Shimbun dan Kyodo News yang mengutip sumber-sumber pemerintah Jepang dan AS, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (10/3/2017).
Menurut harian Sankei, latihan tersebut dimaksudkan untuk mengeluarkan peringatan terhadap Korut. Selain itu, latihan bersama tersebut juga dimaksudkan untuk menunjukkan keberadaan militer gabungan Jepang-AS di perairan Laut China Timur, di mana Jepang dan China terlibat dalam sengketa lama atas pulau-pulau kecil tak berpenghuni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini Kementerian Pertahanan Jepang belum berkomentar mengenai latihan bersama AS tersebut. Pihak Angkatan Laut AS di Jepang juga menyatakan tengah memeriksa laporan tersebut.
Latihan gabungan tersebut digelar di tengah meningkatnya ketegangan usai peluncuran empat rudal balistik Korut pada Senin, 6 Maret lalu. Pyongyang mengklaim peluncuran rudal tersebut merupakan latihan untuk serangan ke pangkalan-pangkalan militer AS di Jepang. Peluncuran tersebut diawasi langsung oleh pemimpin Korut, Kim Jong-Un.
(ita/ita)










































