Hari Perempuan Internasional, Trump: Saya Sangat Hormati Wanita

Hari Perempuan Internasional, Trump: Saya Sangat Hormati Wanita

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 09 Mar 2017 09:03 WIB
Donald Trump (REUTERS/Jim Lo Scalzo/Pool)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim dirinya sangat menghormati wanita, dalam kicauannya saat perayaan Hari Perempuan Internasional. Padahal semasa kampanye pilpres, Trump banyak dituding melecehkan dan meraba sejumlah wanita tanpa izin.

"Saya memiliki rasa hormat yang besar untuk wanita dan banyak peran yang mereka emban, sangat vital bagi struktur masyarakat dan perekonomian kita," kicau Trump dalam akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump, seperti dilansir AFP, Kamis (9/3/2017).

"Pada Hari Perempuan Internasional, bergabunglah bersama saya dalam mengapresiasi peran penting wanita di sini, di Amerika dan di dunia," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kicauan Trump itu menuai ribuan respons dari para pengguna Twitter. Tentunya, kebanyakan respons itu bernada kritikan. Beberapa kritikan menyinggung layanan kesehatan dan kebijakan imigrasi Trump yang disebut berdampak buruk pada kaum wanita dan para keluarga di AS.

"@realDonaldTrump jangan pisahkan wanita dan anak-anak mereka di perbatasan. Akhiri pemberantasan layanan kesehatan wanita," kritik pengguna Twitter bernama @MariaMelee.

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Wanita AS Tak Kerja dan Demo Trump

"Tidak ada bukti yang menunjukkan rasa hormat #45 (Trump merupakan Presiden AS ke-45) untuk kaum wanita. Wanita hanyalah properti dan produk baginya. Itu saja," kritik pengguna Twitter lain dengan nama BintibirdC.

Semasa kampanye pilpres tahun lalu, Trump dihadapkan pada serangkaian tudingan pelecehan dan kekerasan seksual yang dilontarkan sejumlah wanita. Trump menyangkal seluruh tudingan yang diarahkan kepadanya dan bersumpah akan menggugat para penudingnya. Meskipun kenyataannya, tidak ada satupun gugatan yang telah diajukan ke pengadilan.

Sementara itu, kaum wanita di AS memiliki cara tersendiri untuk merayakan Hari Perempuan Internasional. Mereka secara serempak melakukan aksi 'Sehari Tanpa Wanita' atau 'A Day Without a Woman' yang ditandai dengan tidak masuk atau libur kerja kemudian ikut unjuk rasa memprotes Trump.

Tujuan dari aksi ini, antara lain untuk menarik perhatian pada kesenjangan upah antara pria dan wanita di AS dan juga untuk memperjuangkan hak-hak reproduksi bagi kaum wanita. Sedangkan aksi memprotes Trump digelar di beberapa kota besar seperti Washington DC, New York, Atlanta, St Petersburg, Florida, Chicago, San Fracisco dan Berkeley, California.

(nvc/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads