Dituturkan otoritas Guatemala, seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (9/3/2017), seluruh korban tewas dalam kebakaran di rumah penampungan bernama Virgen de Asuncion ini merupakan remaja putri berusia antara 14-17 tahun. Rumah penampungan ini terletak dikelola oleh pemerintah Guatemala.
Rumah penampungan ini dikhususkan bagi anak-anak dan remaja bermasalah, dengan usia maksimal 18 tahun. Rumah penampungan ini terletak di wilayah San Jose Pinula, yang berjarak 25 kilometer sebelah barat daya ibu kota Guatemala City.
Api mulai muncul pada Selasa (7/3) malam waktu setempat, di bagian sayap gedung yang menaungi para remaja putri. Diyakini, para penghuni yang diisolasi sengaja melakukan pembakaran kasur saat berniat kabur dan melakukan pemberontakan melawan para staf. Api dipadamkan pada Rabu (8/3).
Otoritas setempat tengah menyelidiki apakah pelaku yang memulai api, sama dengan para penghuni yang mencoba kabur. "Apa yang terjadi ini sungguh serius, dan bahkan faktanya hal ini bisa dihindari. Ini seharusnya tidak pernah terjadi," tegas jaksa setempat, Anabella Morfin.
Kepala Kepolisian Nasional Guatemala, Nery Ramos, menyebut 19 orang yang semuanya remaja putri tewas di lokasi kebakaran. Satu korban lainnya, seorang remaja putri berusia 14 tahun, tewas saat dirawat di rumah sakit. Remaja ini dilaporkan mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.
Beberapa rumah sakit setempat merawat sekitar 40 korban luka lainnya, yang kebanyakan mengalami luka bakar. Juru bicara rumah sakit San Juan de Dios yang menampung beberapa korban luka, menuturkan kepada AFP, bahwa kebanyakan korban mengalami luka bakar serius. Sekitar 24 korban luka lainnya dirawat di rumah sakit Roosevelt. Enam korban di antaranya dalam kondisi kritis.
(nvc/idh)











































