Hari Perempuan Internasional, Bandara Brasil Ganti Nama

Hari Perempuan Internasional, Bandara Brasil Ganti Nama

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Mar 2017 16:28 WIB
Hari Perempuan Internasional, Bandara Brasil Ganti Nama
Ilustrasi (AFP Photo/ANTONIO SCORZA)
Brasilia - Nama bandara utama kota Rio de Janeiro, Brasil diganti sementara untuk memperingati Hari Perempuan Internasional. Nama bandara internasional itu diganti dengan nama aktivis wanita terkenal, Maria da Penha, yang menjadi simbol melawan kekerasan dalam rumah tangga.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/3/2017), bandara di kota Rio de Janeiro saat ini bernama Bandara Internasional Antonio Carlos Jobim. Nama itu merupakan nama ikon musik Brasil, Tom Jobim. Selain nama itu, bandara kota Rio tersebut juga dikenal sebagai Bandara Internasional Galeao.

Dituturkan juru bicara bandara Rio de Janeiro, Bianca Ferreira, nama baru Maria de Penha akan digunakan untuk 10 hari ke depan, mulai Rabu (8/3) waktu setempat. Penggantian ini dimaksudkan untuk merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain mengganti nama bandara, dua penerbangan maskapai Brasil GOL Airline juga akan dikawal oleh pilot dan awak kabin yang semuanya berjenis kelamin perempuan. Ferreira menyebut, penerbangan yang semua pilot dan awaknya wanita itu, beroperasi pada Selasa (7/3) dan Rabu (8/3) waktu setempat.

Maria de Penha merupakan pakar bio farmasi Brasil, yang juga pernah menjadi korban kekerasan rumah tangga oleh suaminya, termasuk ditembak dan disetrum. Penha memperjuangkan keadilan bagi dirinya di pengadilan. Tahun 2006, nama Penha digunakan untuk menamai undang-undang yang mengatur soal praktik kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan.

"Untuk menggugah pembahasan sejumlah pertanyaan terkait hak-hak wanita, dengan memanfaatkan dampak yang bisa diberikan sebuah bandara," tutur Ferreira dalam pernyataannya soal alasan pengubahan nama bandara di Rio de Janerio itu.

Brasil merupakan salah satu dari sekian banyak negara di dunia yang rawan kekerasan. Negara ini juga banyak diwarnai kasus kekerasan terhadap wanita.

Kajian yang dilakukan tahun lalu menemukan data bahwa 4.757 wanita tewas dibunuh sepanjang tahun 2014. Jumlah itu meningkat sebanyak 11,6 persen jika dibandingkan satu dekade sebelumnya.

Pelecehan dan kekerasan fisik tergolong sering terjadi di area-area publik. Catatan kepolisian setempat bahkan menyebut, satu serangan terjadi setiap empat menit dalam pesta-pesta karnaval baru-baru ini di Rio de Janeiro.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads