DetikNews
Rabu 08 Mar 2017, 12:59 WIB

Hari Perempuan Internasional, Arab Saudi Kampanyekan Perubahan Peran

Novi Christiastuti - detikNews
Hari Perempuan Internasional, Arab Saudi Kampanyekan Perubahan Peran Ilustrasi (AFP Photo/Menahem Kahana)
Riyadh - Di Arab Saudi, sekelompok wanita mengkampanyekan perubahan peran wanita di dalam masyarakat. Kampanye ini digalakkan saat perayaan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret ini. Kampanye ini juga menyoroti pengembangan potensi ekonomi bagi wanita Saudi.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (8/3/2017), Saudi dikenal luas sebagai negara dengan segregasi jenis kelamin paling besar di dunia. Kaum wanita hidup di bawah pengawasan dan pengawalan anggota keluarganya yang berjenis kelamin laki-laki. Kaum wanita tidak boleh mengemudi mobil seorang diri. Di tempat umum, kaum wanita harus mengenakan pakaian yang menutup aurat dari kepala hingga kaki.

Tapi sejak tahun 2011, ketika mendiang Raja Abdullah menyatakan wanita bisa bergabung dalam badan penasihat pemerintah Dewan Syura, situasi untuk kaum wanita di Saudi mulai berubah. Langkah ini memicu perekonomian yang lebih beragam, juga mendorong lebih banyak wanita yang bekerja dan mengurangi ketergantungan pada minyak.

Wanita di Saudi kini bisa bekerja di bidang retail dan di rumah sakit. Wanita juga diizinkan ikut serta dalam Olimpiade untuk pertama kalinya pada tahun 2012. Tahun lalu, kaum wanita memiliki bagian sendiri dalam otoritas olahraga Saudi. Sedangkan untuk tahun ini, Bursa Saham Saudi memiliki direktur wanita pertama, Sarah al-Suhaimi.


Di tengah berbagai perubahan itu, Alwaleed Philanthropies, yayasan amal yang bertujuan memberdayakan wanita, akan menggelar konferensi pada 11 Maret mendatang. Konferensi itu akan membahas berbagai inisiatif dengan tema 'Saudi Women Can' untuk mendorong perubahan peran wanita di Saudi.

"Ini merupakan saat yang tepat ... kita lebih menyadari pentingnya partisipasi wanita dalam pekerjaan, di berbagai sektor berbeda," tutur Putri Lamia binti Majed Al Saud selaku Sekretaris Jenderal Alwaleed Philanthropies.

"Wanita telah mencapai banyak hal di negara kita dan kita sangat bangga akan hal ini, pencapaian yang tidak diketahui oleh mereka di luar komunitas. Seperti negara lain yang memiliki hambatan, kita mengakui itu ... tapi kita akan melakukan hal yang terbaik untuk membuatnya lebih baik," imbuhnya.

Saudi saat ini menempati ranking 141 dari 144 negara dalam daftar Global Gender Gap 2016, yang merupakan laporan tahunan oleh Forum Ekonomi Dunia, yang menaksir bagaimana kiprah wanita dalam sektor ekonomi, politik, kesehatan dan pendidikan.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed