WNI Ditangkap di Malaysia Dituduh Akan Serang Rombongan Raja Salman

WNI Ditangkap di Malaysia Dituduh Akan Serang Rombongan Raja Salman

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Mar 2017 15:16 WIB
WNI Ditangkap di Malaysia Dituduh Akan Serang Rombongan Raja Salman
Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
Kuala Lumpur - Tujuh tersangka, termasuk satu warga negara Indonesia (WNI), yang ditangkap di Malaysia dituduh berencana melakukan serangan teror terhadap rombongan Raja Salman saat berkunjung ke Kuala Lumpur.

"Mereka berencana untuk menyerang keluarga Kerajaan Arab selama kunjungan mereka ke Kuala Lumpur. Kami mendapatkan mereka di saat-saat terakhir," terang Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar, kepada wartawan seperti dilansir Reuters, Selasa (7/3/2017).

"Syukurlah mereka bahkan tidak bisa mendekat," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: WNI Ditangkap di Malaysia, Diduga Rencanakan Serangan Bom Mobil

Diketahui bahwa Raja Salman berkunjung ke Malaysia pada 26 Februari lalu, dan berada di negara itu selama 4 hari. Sekitar 600 anggota rombongan Raja Salman mendampinginya selama berkunjung ke Kuala Lumpur. Dari Malaysia, Raja Salman melanjutkan kunjungannya ke Indonesia dan Bali.

Tujuh tersangka yang ditangkap itu terdiri atas satu warga negara Malaysia dan enam warga negara asing, yakni satu dari Indonesia, empat dari Yaman dan satu orang lainnya dari salah satu negara di Asia Timur. Ketujuh orang itu ditangkap dalam sejumlah penggerebekan terpisah antara 21-26 Februari.

Mereka dicurigai terkait dengan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dua tersangka di antaranya, satu warga Malaysia dan satu WNI, diyakini telah menerima perintah dari Mohammad Wanndy Mohammad Jedi, militan ISIS terkenal di Suriah, untuk melancarkan serangan bom mobil atau Vehicle-Borne Impro­vised Explosive Device (VBIED).

Baca juga: WNI yang Ditangkap Polisi Malaysia Diduga Hendak Gabung ISIS

Ditegaskan Khalid, bahwa ketujuh tersangka itu diketahui mengedarkan narkoba dan terlibat dalam pemalsuan sejumlah dokumen perjalanan di Malaysia.

(nvc/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads