detikNews
Senin 06 Maret 2017, 15:02 WIB

Usir Dubes Korut, PM Najib: Tak Seorang pun Bisa Mengganggu Kami

Novi Christiastuti - detikNews
Usir Dubes Korut, PM Najib: Tak Seorang pun Bisa Mengganggu Kami Najib Razak (REUTERS/Olivia Harris)
FOKUS BERITA: Siti Aisyah Bebas!
Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menegaskan tak lagi menunggu permohonan maaf Korea Utara (Korut) terkait tudingan persekongkolan dalam penyelidikan pembunuhan Kim Jong-Nam. Malaysia memberi tenggat waktu 48 jam kepada Duta Besar Korut Kang Chol untuk angkat kaki dari Malaysia.

Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-Un, tewas usai diserang dengan racun VX di tengah keramaian Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 13 Februari lalu. Korut enggan mengakui warganya yang tewas di Malaysia itu adalah Jong-Nam. Namun rezim komunis itu berulang kali menuding Malaysia bersekongkol dengan kekuatan musuh, merujuk pada Korea Selatan (Korsel).

Pada Sabtu (4/3) malam, Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan persona non grata dan mengusir Dubes Kang Chol. Pengusiran diputuskan setelah Korut tak kunjung meminta maaf atas tudingan kasarnya pada Malaysia. Malaysia menetapkan batas waktu permohonan maaf pada 28 Februari lalu, namun tak pernah ditanggapi. Dubes Korut juga tak datang saat dipanggil Kementerian Luar Negeri Malaysia pada Sabtu (4/3) waktu setempat.

Baca juga: Malaysia Usir Duta Besar Korea Utara, Kang Chol

Seperti dilansir AFP, Senin (6/3/2017), saat ditanya wartawan setempat apakah Najib masih menginginkan permohonan maaf dari Korut, dia menjawab: "Sekarang ini kami tidak mendapatkan apapun. Saya tidak mengharapkan apapun."

"Mereka seharusnya meminta maaf. Jadi didasarkan prinsip, kita telah menyatakan persona non grata terhadapnya," imbuh Najib, merujuk pada Dubes Korut Kang Chol.

"Ini berarti kita tegas menjaga kehormatan kita... tidak ada seorang pun yang bisa merusak kita atau mengganggu kita sesuka hati mereka," tegasnya kepada para wartawan seperti dilansir Reuters.



Baca juga: Dituding Berpotensi Masuk Daftar Sponsor Teror, Korut Kecam AS

Selain mengusir Dubes Korut, Malaysia juga telah memanggil pulang Duta Besarnya di Pyongyang untuk konsultasi. Kementerian Luar Negeri Malaysia menyebut, langkah pengusiran ini merupakan bagian dari proses pengkajian hubungan Malaysia dengan Korut.

Dituturkan sejumlah pejabat setempat kepada AFP, Dubes Korut Kang Chol akan terbang ke Beijing, China sebelum melanjutkan perjalanan ke Pyongyang. Dubes Korut itu diperkirakan akan keluar dari Malaysia pada Senin (6/3) petang, sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Belum ada komentar apapun dari Kedubes Korut terkait pengusiran ini. Dubes Korut Kang Chol juga tidak terlihat di depan publik, sejak perintah pengusiran dirilis.

Malaysia dan Korut telah menjaga hubungan baik sejak tahun 1970-an. Hubungan keduanya memburuk saat penyelidikan pembunuhan Jong-Nam berlangsung. Tidak hanya pengusiran dan pemanggilan Dubes, kebijakan bebas visa antara kedua negara telah dicabut sejak pekan lalu.


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Siti Aisyah Bebas!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed