Kepolisian Thailand mengatakan, dua anak lainnya juga terluka dalam insiden di desa Rueso itu pada Kamis dini hari waktu setempat.
Kepala kepolisian Rueso Kolonel Ruangsak Buadang mengatakan, para pemberontak melepaskan tembakan ke sebuah kendaraan yang dikemudikan seorang ajudan kepala desa setempat. Ajudan tersebut beserta istri dan saudara iparnya, tengah mengantarkan putra mereka yang berumur 8 tahun dan dua anak lainnya ke sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan ini terjadi setelah awal pekan ini tercapai kesepakatan antara pemberontak di Thailand selatan dengan pemerintah Thailand untuk membuka zona aman.
Juru bicara Operasi Keamanan Internal di militer Thailand, Kolonel Yuthanam Phetmuang, mengutuk penembakan tersebut. "Ini aksi barbar," cetus Yuthanam.
Selama beberapa dekade, aksi pemberontakan telah melanda provinsi Yala, Pattani dan Narathiwat di Thailand selatan yang mayoritas penduduknya muslim. Menurut kelompok monitoring independen, Deep South Watch, lebih dari 6.500 nyawa telah melayang sejak konflik memanas pada tahun 2004. (ita/ita)
