Apakah Racun VX Diselundupkan ke Malaysia Via Kantong Diplomatik?

Apakah Racun VX Diselundupkan ke Malaysia Via Kantong Diplomatik?

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 01 Mar 2017 19:54 WIB
Apakah Racun VX Diselundupkan ke Malaysia Via Kantong Diplomatik?
Warga Korsel menonton berita mengenai kematian Kim Jong-Nam (Lim Se-young/REUTERS)
Kuala Lumpur - Malaysia tengah menyelidiki bagaimana racun mematikan gas saraf VX yang terlarang, bisa dibawa masuk ke wilayahnya dan digunakan dalam pembunuhan Kim Jong-Nam. Dugaan pun menyeruak soal 'penyelundupan' VX menggunakan kantong diplomatik ke Malaysia.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, New Straits Times, Rabu (1/3/2017), para pakar keamanan menyebut hal ini dimungkinkan terjadi. Dosen senior pada Departemen Kajian Internasional Strategis Universitas Malaya, Dr KS Balakrishnan menyebut, tergolong mudah untuk menyelundupkan semua benda terlarang, dalam jumlah kecil, ke negara mana saja.

"Jaringan mata-mata bisa melakukan hal semacam itu, karena mereka kerap melanggar hukum," tutur Balakrishnan kepada New Straits Times.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Malaysia Hanya Akan Serahkan Jasad Kim Jong-Nam ke Keluarga

Wakil Ketua Institut Kajian Internasional dan Strategis Malaysia, Steven Wong, menyebut kantong diplomatik menjadi opsi yang aman untuk mencegah kerusakan atau tumpahnya benda yang diselundupkan. "Jika jumlahnya sedikit, benda itu bisa dimasukkan ke dalam bagasi atau barang bawaan, khususnya jika dibawa oleh seorang kurir diplomatik," cetusnya.

Lebih lanjut, Dirjen Badan Perizinan Energi Atom (AELB) Hamrah Mohd Ali menyatakan, akan sangat sulit bagi otoritas suatu negara untuk mendeteksi zat kimia berbahaya, jika diselundupkan dalam jumlah kecil. Dia menambahkan, racun mematikan seperti gas saraf VX bahkan bisa dibawa dalam barang bawaan di kabin pesawat.

"Jika jumlahnya lebih dari 500 ml, maka otoritas setempat bisa mencegatnya," ujarnya, merujuk pada aturan bahwa hanya cairan dengan volume tidak lebih dari 100 ml yang bisa dibawa ke kabin.

Baca juga: Sebut Racun VX Absurd, Korut Heran Aisyah-Doan Bisa Selamat

"Tapi, bagaimana jika mereka menempatkannya dalam botol sampo 50 ml? Jika itu zat radioaktif dan kita memiliki alat pendeteksi, kita mungkin akan bisa mendeteksinya. Tapi jika itu zat kimia, kita harus melakukan tes laboratorium untuk mengidentifikasinya," imbuh Hamrah.

Terlepas dari itu semua, pakar keamanan menyatakan penggunaan kantong diplomatik masih sekedar spekulasi, hingga otoritas Malaysia menemukan fakta sebenarnya. Secara terpisah, pakar keamanan, kriminal dan hubungan internasional Malaysia, Profesor Abdul Halim Sidek mengutarakan kemungkinan bahwa gas saraf VX diramu dengan bahan-bahan natural.

"Mungkin terlihat tidak mematikan, tapi begitu dicampur sebagai suatu ramuan, bisa jadi mematikan," ucapnya.

Baca juga: Kasus Kim Jong-nam: Korut Jelaskan Soal Zat Saraf VX di Jenewa

Sejumlah sumber menuturkan kepada New Straits Times bahwa para diplomat asing biasanya tidak melewati pemeriksaan cukai dan langsung dijemput staf kedutaan yang terus mengawal mereka. Petugas keamanan di bandara juga tidak berbuat banyak karena tak ingin ribut. Sumber lainnya menyebut, kantong diplomatik memiliki beragam ukuran dan bentuk. Setiap diplomat yang membawa kantong diplomatik tidak perlu melaporkan barang bawaannya. Dengan demikian, sulit diketahui apa saja barang yang dibawa para diplomat asing ke Malaysia.

Terkait kematian Jong-Nam ini, Kepolisian Malaysia masih memburu dua pria yang diidentifikasi sebagai staf maskapai nasional Korut, Air Koryo, bernama Kim Uk-Il (37) dan seorang diplomat senior Korut bernama Hyon Kwang-Song (44).

(nvc/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads