Sebut Racun VX Absurd, Korut Heran Aisyah-Doan Bisa Selamat

Sebut Racun VX Absurd, Korut Heran Aisyah-Doan Bisa Selamat

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 01 Mar 2017 18:50 WIB
Sebut Racun VX Absurd, Korut Heran Aisyah-Doan Bisa Selamat
Doan Thi Huong dan Siti Aisyah (Royal Malaysia Police/Handout via Reuters/File Photo)
Pyongyang - Otoritas Korea Utara (Korut) menolak klaim Malaysia soal gas saraf VX digunakan dalam pembunuhan seorang warga negaranya di Malaysia. Korut menyebut klaim Malaysia itu absurd dan kurang dasar ilmiah.

Pernyataan ini menanggapi penyelidikan kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, yang merupakan kakak tiri pemimpin Korut, Kim Jong-Un. Pernyataan terbaru Korut ini disampaikan lewat kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), seperti dilansir Reuters, Rabu (1/3/2017).

KCNA tidak menyebut langsung Jong-Nam, namun hanya menyebut nama samarannya Kim Chol dan menegaskan dia sebagai warga Korut pemegang paspor diplomatik. Pekan lalu, otoritas Malaysia menyatakan, racun mematikan gas saraf VX digunakan dalam pembunuhan Jong-Nam. Gas saraf VX dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal oleh PBB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Kasus Kim Jong-nam: Korut Jelaskan Soal Zat Saraf VX di Jenewa

Korut menyebut klaim Malaysia soal gas saraf VX itu didasarkan pada dorongan dari Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) untuk menodai citra Korut. AS dan Korsel sejak awal meyakini agen Korut ada di balik kematian Jong-Nam.

"Penyebab kematiannya belum diidentifikasi secara jelas, tapi otoritas AS dan Korea Selatan dengan tanpa dasar menyalahkan DPRK (Korut), menyatakan bahwa dia terkontaminasi zat saraf VX yang sangat beracun," sebut KCNA dalam artikelnya pada 1 Maret ini.

"Keabsurdan pernyataan AS dan Korea Selatan dan kurangnya ketepatan ilmiah dan keterkaitan logis telah terbukti, oleh adanya komentar yang disampaikan para pakar dan media-media negara lain," demikian pernyataan media yang dikelola langsung oleh otoritas Korut ini.

Baca juga: Korut Minta Jasad Kim Jong-Nam Diserahkan Segera, Malaysia Menolak

Lebih lanjut, KCNA menyinggung pandangan banyak pakar kimia bahwa setetes VX bisa menewaskan puluhan atau ratusan ribu orang. KCNA menilai, sangat tidak masuk akal bahwa dua tersangka wanita -- Siti Aisyah (25) dan Doan Thi Huong (28) -- bisa selamat dari efek gas saraf VX setelah mencuci tangan.

"Tingkat keabsurdan sangat tinggi untuk mengklaim bahwa orang yang memakai VX, zat mematikan bagi nyawa manusia bahkan jika dihirup dalam jumlah kecil atau menyentuh kulit sekecil apapun, tidak terdampak dan orang yang diberi (VX) akhirnya tewas," terang KCNA.

Hal tidak masuk akal lainnya, sebut KCNA, saat Malaysia menyebut sisa VX terdeteksi di mata dan wajah Kim Chol alias Jong-Nam. "Ambulans yang membawanya dan polisi yang mengawalnya tentu juga terkontaminasi dan jika demikian, bandara harusnya ditutup tapi masih beroperasi," cetusnya.

Baca juga: Siti Aisyah dan Doan Didakwa Pembunuhan Terkait Kematian Jong-Nam

Jika klaim penggunaan VX itu terbukti benar, KCNA menyebut, maka perlu diselidiki asal, pembuat dan pihak yang menyalurkan racun mematikan itu. KCNA menyebut, kebanyakan negara telah menghancurkan suplai senjata kimia di bawah Konvensi Larangan Senjata Kimia, kecuali AS dan beberapa negara lainnya. KCNA menuding, AS bisa saja memberikan zat beracun itu kepada Korsel yang kemudian menggunakannya untuk memfitnah Korut.

"Langkah ceroboh otoritas AS dan Korea Selatan dimaksudkan untuk memenuhi tujuan politik berbahaya demi menodai citra DPRK yang bermartabat dan menjatuhkan sistem sosial di dalamnya. Ini sudah jelas untuk semua pihak," tandas KCNA.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads