Presiden Hollande saat itu tengah meresmikan salah satu bagian dari jalur rel kecepatan tinggi di Villognon, Charente ketika penembakan itu terjadi.
Polisi bersenjata itu bertugas menjaga keamanan presiden. Dia secara tidak sengaja menembakkan pistolnya saat berpindah posisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya peluru pun meluncur dari pistol itu secara tiba-tiba. Gubernur Pierre N'Gahane mengatakan polisi bersenjata itu tlah berdiri pada titik elevasi dan pistolnya meletus tiba-tiba.
"Peluru itu kemudian menyerempet betis seorang pengunjung dan bersarang di kaki korban lainnya," kata N'Gahane.
N'Gahane menambahkan para korban itu ada di ruang VIP dekat dengan Hollande saat memberikan pidatonya.
Hollande sempat menghentikan pidatonya ketika mendengar suara tembakan. Namun tak lama dia melanjutkannya karena petugas keamanannya tidak mengintervensi pidatonya.
Dua korban itu sempat dirawat di ruang terpisah dengan lokasi Hollande berpidato. Sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran yang mengatakan bahwa luka yang dialami para korban itu 'minor'.
N'Gahane menyebut kedua korban tidak dalam kondisi berbahaya dan oleh karenanya investigasi terhadap peristiwa itu akan dilakukan. Saksi mata mengatakan Hollande melanjutkan pidatonya setelah peristiwa itu terjadi.
N'Gahane meyakinkan reporter yang meliput insiden itu jika dia sempat berbincang dengan dua korban luka-luka itu sebelum dievakuasi. (ams/idh)











































