Dikutip dari media Malaysia, The Star, Rabu (1/3/2017), juru bicara delegasi Korut, Ri Tong-il mengatakan agenda utama pertemuan itu adalah membahas mengenai pemulangan jenazah salah satu warga negaranya yang tewas di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA) pada 13 Februari lalu.
"Kami juga akan membahas pembebasan warga negara kami lainnya yang ditangkap oleh polisi Malaysia terkait insiden di atas," ujar Mantan Duta Besar Korea Utara untuk Amerika Serikat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ri enggan menjawab pertanyaan wartawan soal apakah sekretaris kedutaan telah dimintai keterangan oleh polisi Malaysia. Ri tidak menjawab pertanyaan tersebut dan pergi berlalu.
Sebelumnya otoritas Malaysia menyatakan diplomat Korut bernama Hyon Kwang Song diburu untuk ditanyai seputar kematian Kim Jong-Nam. Pria berumur 44 tahun tersebut menjabat sebagai sekertaris kedua di Kedutaan Besar Korut di Kuala Lumpur.
Kepala kepolisian negara bagian Selangor Abdul Samah Mat mengatakan polisi masih memberikan waktu bagi diplomat tersebut untuk muncul, sebelum polisi mengambil tindakan lebih jauh. Dikatakan Samah, jika diplomat tersebut tidak kooperatif dengan secara sukarela mendatangi kepolisian, maka polisi akan mengeluarkan surat perintah penangkapan dari pengadilan.
Kim Jong-Nam tewas setelah diserang dua wanita di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari lalu. Kepolisian Malaysia menyatakan, Jong-Nam tewas akibat gas saraf VX yang diusapkan ke wajahnya. Oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), gas saraf VX dinyatakan sebagai senjata pemusnah massal.
Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyebut pembunuhan Jong-Nam dilakukan oleh para agen intelijen Korut. Otoritas Malaysia sendiri menyatakan ada delapan warga Korut yang diidentifikasi terlibat dalam kematian Jong-Nam ini. Mereka adalah Ri Ji-Hyon (33), Hong Song-Hac (34), Ri Jae-Nam (57), O Jong-Gil (34), kemudian Ri Ji-U (30) alias James, Hyon Kwang-Song (44), Kim Uk-Il (37), dan juga Ri Jong-Chol (47).
Jong-Nam meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit setempat, atau sekitar 20 menit setelah diserang racun oleh Doan dan Aisyah. Menteri Kesehatan Malaysia S Subramaniam mengatakan, Jong-Nam mengalami kematian yang sangat menyakitkan seiring organ-organ pentingnya tak berfungsi akibat gas saraf VX. (ams/idh)











































