"Setidaknya ada enam penyerang dan beberapa dari mereka meledakkan diri mereka di dekat kantor pusat keamanan negara dan intelijen militer," demikian disampaikan Rami Abdel Rahman, direktur kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (25/2/2017).
Dikatakannya, dari 42 korban jiwa, seorang pejabat senior intelijen termasuk di antara korban tewas dalam serangan kembar di kawasan Ghouta dan Mahatta, yang dijaga ketat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak jelas apakah para militan tersebut merupakan anggota kelompok radikal ISIS ataupun kelompok lainnya.
Atas kejadian ini, pasukan Suriah memblokir pusat kota Homs. Kota tersebut telah berada di bawah kendali penuh pemerintah sejak Mei 2014, ketika para pemberontak mundur dari pusat kota sesuai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
(ita/ita)











































