Briefing pada Jumat (24/2) waktu setempat itu berbeda dari yang biasanya. Spicer mengatakan, timnya memilih untuk mengadakan briefing off-camera di kantornya, bukannya briefing harian yang disiarkan televisi, yang biasanya digelar di ruang konferensi pers yang lebih besar di Gedung Putih.
"Tugas kami adalah memastikan bahwa kami responsiv terhadap rekan-rekan di media. Kami ingin memastikan kami menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda, namun kita tidak perlu melakukan semuanya di depan kamera setiap hari," jelas Spicer seperti dilansir News.com.au, Sabtu (25/2/2017).
Seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (25/2/2017), media-media yang diundang ke acara tersebut termasuk CBS, ABC, NBC, juga media yang berhaluan konservatif seperti Breitbart, The Washington Times dan One America News Network. Reuters juga diundang dalam sesi tersebut, beserta 10 organisasi berita lainnya, termasuk Bloomberg dan CBS.
Adapun media Associated Press dan Time yang diundang dan telah hadir dalam briefing tersebut, memilih untuk meninggalkan acara setelah mengetahui beberapa media tidak diperbolehkan hadir.
Spicer tidak menjelaskan alasan pelarangan sejumlah media besar itu. Namun sebelumnya, Presiden Donald Trump kerap mengkritik media-media yang tidak diundang tersebut. Trump bahkan menyebut media tersebut memberikan "berita palsu" dan menyebut mereka sebagai "musuh" rakyat Amerika.
(ita/ita)











































