Pakar Korsel: Korut Miliki 5 Ribu Ton Senjata Kimia Termasuk VX

Pakar Korsel: Korut Miliki 5 Ribu Ton Senjata Kimia Termasuk VX

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 24 Feb 2017 16:04 WIB
Pakar Korsel: Korut Miliki 5 Ribu Ton Senjata Kimia Termasuk VX
Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Seoul - Gas saraf VX disebut sebagai racun yang menewaskan Kim Jong-Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Menurut pakar-pakar Korea Selatan (Korsel), Korea Utara (Korut) memiliki hingga 5 ribu ton senjata kimia, termasuk VX yang digunakan untuk membunuh Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-Un.

"Korut diyakini memiliki persediaan VX dalam jumlah besar, yang bisa dengan mudah diproduksi dengan biaya rendah," ujar Lee Il-Woo analis pertahanan Korsel di lembaga swasta Korea Defence Network, seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (24/2/2017).

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Korsel dalam laporannya, Defence White Paper pada tahun 2014 menyatakan, Korut mulai memproduksi beberapa senjata kimia pada tahun 1980-an. Diperkirakan Korut memiliki cadangan senjata kimia sekitar 2.500 hingga 5.000 ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan Kementerian Pertahanan Korsel, Korut memiliki fasilitas-fasilitas produksi senjata kimia di delapan lokasi, termasuk di kota Chongjin dan kota Sinuiju.

Menurut analis pertahanan Korsel, Lee Il-Woo, VX mulai dikembangkan sekitar 100 tahun silam dan bisa diproduksi di laboratorium kecil atau fasilitas pembuat pestisida. Jika terserap lewat kulit, mata atau hidung, hanya satu tetes kecil gas saraf yang tidak berbau itu, cukup untuk merusak sistem saraf pusat manusia hingga menewaskannya.

Profesor sains militer di Universitas Hannam, Kim Jong-Ha mengatakan, Korut nemiliki 16 jenis gas saraf termasuk VX dan sarin, yang digunakan oleh penganut sekte kiamat Jepang, Aum Shinrikyo dalam serangan di sistem kereta bawah tanah Tokyo pada tahun 1995, yang menewaskan 12 orang.

Dikatakan profesor Korsel tersebut, selain senjata kimia, Korut juga memiliki 13 jenis senjata biologi, termasuk anthrax.

Sisa-sisa gas saraf VX ditemukan pada mata dan wajah Jong-Nam, yang tewas usai diserang di tengah keramaian Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 13 Februari lalu. Otoritas Malaysia kini tengah menyelidiki bagaimana VX yang dilarang di Malaysia, bisa diselundupkan dan digunakan dalam pembunuhan.



(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini