"Korut diyakini memiliki persediaan VX dalam jumlah besar, yang bisa dengan mudah diproduksi dengan biaya rendah," ujar Lee Il-Woo analis pertahanan Korsel di lembaga swasta Korea Defence Network, seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (24/2/2017).
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Korsel dalam laporannya, Defence White Paper pada tahun 2014 menyatakan, Korut mulai memproduksi beberapa senjata kimia pada tahun 1980-an. Diperkirakan Korut memiliki cadangan senjata kimia sekitar 2.500 hingga 5.000 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut analis pertahanan Korsel, Lee Il-Woo, VX mulai dikembangkan sekitar 100 tahun silam dan bisa diproduksi di laboratorium kecil atau fasilitas pembuat pestisida. Jika terserap lewat kulit, mata atau hidung, hanya satu tetes kecil gas saraf yang tidak berbau itu, cukup untuk merusak sistem saraf pusat manusia hingga menewaskannya.
Profesor sains militer di Universitas Hannam, Kim Jong-Ha mengatakan, Korut nemiliki 16 jenis gas saraf termasuk VX dan sarin, yang digunakan oleh penganut sekte kiamat Jepang, Aum Shinrikyo dalam serangan di sistem kereta bawah tanah Tokyo pada tahun 1995, yang menewaskan 12 orang.
Dikatakan profesor Korsel tersebut, selain senjata kimia, Korut juga memiliki 13 jenis senjata biologi, termasuk anthrax.
Sisa-sisa gas saraf VX ditemukan pada mata dan wajah Jong-Nam, yang tewas usai diserang di tengah keramaian Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 13 Februari lalu. Otoritas Malaysia kini tengah menyelidiki bagaimana VX yang dilarang di Malaysia, bisa diselundupkan dan digunakan dalam pembunuhan.
(ita/ita)










































