Dalam wawancara dengan media Reuters, Trump ditanyai mengenai cuitannya di akun Twitternya pada Desember 2016 lalu. Saat itu Trump menyatakan AS harus memperkuat dan meningkatkan kapasitas nuklirnya.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (24/2/2017), Trump mengatakan bahwa dirinya sebenarnya ingin melihat dunia tanpa senjata nuklir. Namun Trump juga menyatakan prihatin karena AS telah tertinggal dalam hal kapasitas senjata nuklir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan komentar pertama Trump mengenai senjata nuklir AS sejak dirinya dilantik menjadi presiden pada 20 Januari lalu.
Menurut kelompok antinuklir Ploughshares Fund, Rusia memiliki sekitar 7 ribu hulu ledak nuklir, sedangkan AS memiliki 6.800 hulu ledak nuklir.
"Itu akan hebat, impiannya adalah tak ada negara yang memiliki nuklir, namun jika negara-negara akan memiliki nuklir, kami akan berada di urutan teratas," imbuh Trump.
Dalam wawancara itu, Trump juga kembali mendesak pemerintah China untuk lebih menggunakan pengaruhnya dalam menghentikan uji coba nuklir dan rudal yang kerap dilakukan Korut. Dikatakan Trump, China bisa "dengan mudah menyelesaikan tantangan keamanan nasional yang ditimbulkan Korea Utara (Korut) jika mereka mau."
(ita/ita)










































