"Senjata kimia ini terlarang. Kami akan menyelidiki bagaimana bahan kimia ini dibawa masuk ke Malaysia," ujar Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar seperti dilansir kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Jumat (24/2/2017).
"Akan sulit untuk mendeteksinya jika itu dibawa masuk ke negara dalam jumlah kecil," imbuh Khalid kepada para wartawan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gas saraf dikenal sebagai zat paling beracun dan paling cepat bereaksi di antara senjata kimia, dan VX merupakan yang paling mematikan di antara gas-gas saraf lainnya.
Menurut CDC seperti dilansir CNN, Jumat (24/2/2017), VX dalam bentuk uap adalah bentuk paling mematikan dari gas pembunuh. VX bekerja dengan mematikan enzim yang membantu fungsi sistem saraf tubuh, yang pada akhirnya akan menimbulkan kelelahan dan kegagalan pernapasan. Paparan VX dalam dosis tinggi bisa menyebaban kejang-kejang, kelumpuhan dan gangguan pernapasan yang mematikan.
Menurut Pusat Biologi Kimia Edgewood Militer Amerika Serikat, VX tidak berasa dan tidak berbau, dan dinyatakan terlarang sesuai Konvensi Senjata Kimia, kecuali untuk keperluan riset, medis atau farmasi. Bahan kimia ini bisa diproduksi dalam bentuk cair, krim ataupun aerosol. Jika terserap dalam dosis besar, racun ini bisa mematikan setelah 15 menit. Karena itulah bahan kimia ini dikenal sebagai gas saraf paling beracun di dunia.
(ita/ita)











































