Jong-Nam (46) tewas usai diserang dua wanita di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 13 Februari lalu. Otoritas Malaysia melakukan autopsi untuk mencari tahu penyebab kematiannya. Korut tidak setuju dengan autopsi itu dan meminta jenazahnya segera diserahkan pada mereka. Malaysia menolak.
Pekan lalu, Dubes Korut Kang Chol menyatakan, pihaknya tidak bisa mempercayai penyelidikan yang sedang dilakukan Malaysia dalam kasus ini. Tidak hanya itu, Dubes Kang juga menuding Malaysia bersekongkol dengan 'kekuatan di luar', merujuk pada Korea Selatan (Korsel) yang merupakan rival Korut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan seorang pejabat senior pemerintahan Malaysia, seperti dilansir Reuters, Kamis (23/2/2017), pernyataan Dubes Kang Chol itu memicu kemarahan Malaysia. Menurut pejabat ini, pemerintah Malaysia sedang mempersiapkan dan mempertimbangkan 'respons' untuk Korut.
Respons yang sedang dipertimbangkan itu termasuk menyatakan 'persona non grata' atau pengusiran Dubes Kang Chol. Langkah itu, jika jadi diambil, akan menjadi langkah paling keras yang pernah dilakukan Malaysia terhadap seorang diplomat asing. Langkah itu juga berarti Dubes Kang Chol harus segera meninggalkan Malaysia.
Ditambahkan sumber pemerintahan Malaysia, sejumlah opsi lainnya juga tengah dipertimbangkan pemerintah Malaysia. Salah satunya ialah menutup Kedubes Malaysia di Pyongyang atau mengakhiri kebijakan bebas visa bagi setiap warga Korut yang mengunjungi Malaysia.
Baca juga: Korut Tuduh Ada Persekongkolan, Malaysia: Itu Sangat Menghina
Selama ini Malaysia merupakan salah satu dari sedikit negara yang menjaga hubungan baik dengan Korut yang terisolasi. Warga kedua negara bisa bepergian dengan bebas karena kebijakan bebas visa yang diberlakukan.
Namun, ujar sumber pemerintahan Malaysia, jika kritikan dari Korut terhadap Malaysia tidak juga berhenti, maka memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan akan menjadi satu-satunya opsi. Pihak Kementerian Luar Negeri Malaysia belum menanggapi laporan ini.
Awal pekan ini, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menyebut pernyataan Dubes Kang Chol yang meragukan penyelidikan Malaysia sebagai pernyataan yang 'kasar secara diplomatik'. "Pernyataan oleh Duta Besar itu tidak diperlukan ... Tapi Malaysia akan tetap teguh," tegas PM Najib.
Baca juga: Korut Ragukan Penyelidikan Soal Kim Jong-Nam, Ini Kata PM Najib
Pernyataan keras juga disampaikan Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein yang menyebut Dubes Kang Chol telah melanggar norma diplomatik dengan komentar tajamnya. "Dia sudah melewati batas. Bagi saya, ini tidak dibenarkan secara diplomatik," cetusnya seperti dikutip New Straits Times.
(nvc/ita)











































