"Mereka terlatih dan bagian dari rencana," ujar Kepala Polisi Diraja Malaysia Khalid Abu Bakar usai acara perayaan imlek di kantor polisi Kuala Lumpur, Jalan Hang Tuah, Bukit Bintang, Malaysia, Kamis (23/2/2017).
Hal itu disampaikan Khalid untuk menjawab pertanyaan wartawan soal apakah kedua tersangka wanita itu merupakan agen Korut. Pihaknya hanya menjelaskan bahwa sesuai fakta penyelidikan, mereka terlatih dan merupakan bagian dari rencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khalid sendiri belum dapat memastikan kapan akses untuk konsuler Indonesia bisa bertemu dengan Siti Aisyah. Lantaran hal itu diserahkan kepada pejabat polisi di Selangor.
"Silahkan tanya kepada CPO Selangor," tutupnya singkat.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Kepala Polisi Malaysia Khalid Bin Abu Bakar menyatakan dua tersangka wanita dalam kasus kematian Kim Jong-Nam menyadari bahwa mereka terlibat dalam serangan racun. Pengakuan ini muncul setelah laporan menyebut kedua tersangka mengaku diperdaya untuk ikut acara lelucon.
Kedua tersangka wanita yang dimaksud adalah wanita Vietnam bernama Doan Thi Huong (28) dan wanita Indonesia bernama Siti Aisyah (25). Keduanya ditangkap kepolisian Malaysia secara terpisah, pada 15 dan 16 Februari lalu.
"Iya, tentu mereka tahu," tegas Khalid dalam konferensi pers di markas Polisi Diraja Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu (22/2/2017). (edo/ita)










































