Lin Ying-chang dinyatakan bersalah atas dakwaan percobaan pembunuhan dan membuat bahan peledak tanpa izin, terkait peristiwa pengeboman pada Juli 2016. Pengadilan distrik Taipei pada Rabu (22/2) waktu setempat menyatakan, insiden itu merupakan upaya bunuh diri yang gagal.
Sebanyak 24 orang luka-luka ketika bom meledak di kereta saat bergerak masuk ke stasiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam persidangan, terdakwa mengatakan dirinya berjuang untuk mencari pekerjaan setelah didiagnosa menderita penyakit kanker. Dia pun akhirnya tinggal di dalam mobil dan menjadi terasing dari keluarganya.
Menurut statemen pengadilan, Lin beranggapan bahwa "masyarakat harus bertanggung jawab atas dirinya."
Lin juga terluka dalam ledakan tersebut. Atas putusan pengadilan tersebut, pria berumur 56 tahun itu bisa mengajukan banding. (ita/ita)











































