Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Datuk Dr Noor Hisham Abdullah dalam konferensi pers di Jalan Pahang, Rumah Sakit Kuala Lumpur, Kamis (21/2/2017).
Noor mengungkap lambannya proses pemeriksaan secara scientific karena tak ada sampel pembanding dari keluarga atau saudara Kim Jong-Nam. Akibatnya, pihaknya sulit mencocokkan identitas dari korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Noor mengatakan sejauh ini yang telah diambil adalah sampel tubuh dari jasad Kim Jong-Nam. Sedangkan sampel pembanding dari keluarga atau saudara belum ada. "Hingga sekarang belum ada yang datang," tuturnya.
"Kita berharap secepatnya mereka bisa kirimkan sampel untuk kita, sehingga bisa segera dituntaskan," pungkasnya.
Autopsi terhadap jenazah telah dimulai pada 15 Februari lalu dan diselesaikan pada hari yang sama. Diduga Kim Jong-Nam tewas diracun setelah diserang dua wanita di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari lalu. Pemerintah Korea Selatan (Korsel) meyakini pembunuhan itu dilakukan oleh agen-agen intelijen Korut atas perintah Kim Jong-Un. (edo/ita)











































