"(Israel dan Saudi) Membayangkan mereka bisa mendapat kompensasi atas kekalahan dan kegagalan mereka berulang kali di kawasan ini dengan menciptakan atmosfer internasional melawan negara kita," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghasemi, dalam pernyataannya seperti dilansir kantor berita IRNA dan dilansir AFP, Senin (20/2/2017).
Ghasemi menyebut 'persekutuan' itu bukan hal yang tidak disengaja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat disayangkan bahwa rezim penjajah (Israel) bergantung pada koordinasi dan kolaborasi dengan negara Islamis untuk mencapai kebijakan anti-Iran yang abadi," cetus Ghasemi.
Pekan lalu, saat mengunjungi Washington DC, Amerika Serikat (AS), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan ada kemungkinan lebih luas bagi tercapainya perdamaian di Timur Tengah. "Antara Israel dengan negara-negara Arab," ucapnya saat itu.
Negara-negara Teluk seperti Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, meskipun masih dimungkinkan adanya hubungan informasi di antara negara-negara itu.
Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman yang ditunjuk Presiden AS Donald Trump, diketahui berupaya mendorong kerja sama antara Israel dengan negara-negara Arab dalam melawan Iran.
(nvc/ita)











































