Jong-Chol (47) ditangkap polisi Malaysia pada Jumat (17/2) malam di sebuah kondominium di Jalan Kuchai Lama. Dia dicurigai sebagai salah satu dari empat pria diduga agen Korut yang menjadi 'otak' pembunuhan Jong-Nam.
Seperti dilansir media lokal Malaysia, New Straits Times, Senin (20/2/2017), Jong-Chol diketahui tinggal di Dynasty Garden Condominium yang ada di kawasan Kuchai Entrepreneurs Park, pinggiran Kuala Lumpur. Warga yang tinggal di kondominium yang sama dengan Jong-Chol dan mengenal sosoknya, mengaku terkejut saat mengetahui dia ditangkap terkait pembunuhan kakak tiri Kim Jong-Un.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu tetangga yang enggan menyebut namanya, menuturkan bahwa Jong-Chol selalu menyapanya setiap kali mereka berpapasan. "Dia seorang pria yang ramah. Dia pindah ke tempat ini bersama istri dan putrinya yang berusia 20-an tahun, sekitar satu setengah tahun lalu," terang tetangga Jong-Chol ini.
"Dia selalu makan siang di kafe yang ada di kondominium bersama keluarganya saat hari kerja. Tidak ada yang mencurigai ada sesuatu yang aneh dengan keluarga itu," imbuhnya.
Tetangga Jong-Chol mengaku dirinya tahu keluarga itu berasal dari Korea, namun tidak tahu pasti apakah dari Korut atau Korea Selatan (Korsel). Sang tetangga menambahkan, keluarga Jong-Chol sama sekali tidak pernah membuat masalah dan jarang didatangi tamu.
Ri Jong-Chol saat digelandang polisi Malaysia Foto: Park Jung-ho/News1 via REUTERS |
Pada Jumat (17/2) malam, sang tetangga yang tinggal di lantai 4, satu lantai dengan Jong-Chol ini, mengaku mendengar keributan dari apartemen Jong-Chol. Saat dia membuka pintu apartemennya, dia melihat puluhan orang berdiri di depan pintu apartemen Jong-Chol.
Sang tetangga meyakini orang-orang itu merupakan personel kepolisian. "Mereka mendobrak masuk dan saya mendengar Ri berdebat dengan mereka. Saya tidak tahu mengapa polisi ada di sini. Saya pikir mungkin Ri dan keluarganya tinggal di negara ini secara ilegal," ucapnya.
Seorang tetangga lainnya menuturkan ada banyak polisi di dalam apartemen Jong-Chol saat dia berjalan melewatinya. Polisi berjaga hingga ke bagian luar kondominium. "Pintunya dibiarkan terbuka. Polisi meneriaki dia di ruang keluarga. Dia terlihat gugup. Istrinya ada di sebelahnya dan putrinya menangis di luar. Putrinya sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Istri dan putrinya terlihat bingung atas apa yang sedang terjadi," terangnya.
Baca juga: Korut Identifikasi Pria yang Tewas di Malaysia sebagai Kim Chol
Secara terpisah, media lokal Malaysia lainnya, The Star, melaporkan bahwa Jong-Chol bekerja untuk perusahaan obat suplemen antikanker di Cheras, Kuala Lumpur. Dia dilaporkan bekerja di Departemen Teknologi Informasi pada perusahaan bernama Tombo Enterprise Sdn Bhd itu. Belum ada tanggapan dari perusahaan tersebut, terkait hal ini.
Informasi lain, seperti dilansir The Star menyebut, Jong-Chol lulusan ilmu pengetahuan dan ilmu obat-obatan dari sebuah universitas di Korut pada tahun 2000. Sekitar 10 tahun kemudian, dia ikut dalam penelitian di sebuah institut di Kolkata, India, hingga tahun 2011.
(nvc/ita)












































Ri Jong-Chol saat digelandang polisi Malaysia Foto: Park Jung-ho/News1 via REUTERS