DetikNews
Sabtu 18 Februari 2017, 02:34 WIB

88 Orang Tewas Akibat Bom di Pakistan, 24 di Antaranya Anak-anak

Haris Fadhil - detikNews
88 Orang Tewas Akibat Bom di Pakistan, 24 di Antaranya Anak-anak Foto: YOUSEF NAGORI/AFP/Getty Images
Islamabad - Korban tewas akibat ledakan bom bunuh diri di Lal Shahbaz Qalandar, Provinsi Sindh, Pakistan bertambah menjadi 88 orang. Terdapat 24 orang anak-anak di antara korban tewas tersebut.

Dilansir dari CNN, Sabtu (18/2/2107), seorang pejabat rumah sakit setempat, Dr Zahid Hussain mengatakan 24 dari mereka yang tewas adalah anak-anak berusia 4-8 tahun. Sedangkan 16 korban tewas lain adalah perempuan.

Ribuan jamaah, termasuk keluarga dengan anak-anak mereka, berkumpul pada hari Kamis di tempat ziarah yang berusia 800 tahun lebih untuk ritual Sufi dari Dhamal, yang melibatkan musik, nyanyian dan doa.

Kelompok Khorasan yang berafiliasi dengan ISIS di Afghanistan dan Pakistan, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sebagai buntut dari ledakan tersebut, semua korban tewas dan luka-luka dibawa ke rumah sakit terdekat. Hussain menyebut pihak rumah sakit Sehwan mengaku kewalahan menangani pasien yang memenuhi 100 tempat tidur di rumah sakit itu. Banyak pula korban yang telah dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar di kota-kota lain di Provinsi Sindh.

Kantor berita Amaq yang berafiliasi ke ISIS melaporkan serangan itu dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri yang mengenakan rompi peledak. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif pun menyebut serangan itu brutal.

"Saya telah mengarahkan semua lembaga negara untuk memobilisasi semua sumber daya yang ada untuk penyelamatan dan bantuan setelah serangan teror brutal ini pada tempat ziarah Lal Shahbaz Qalandar," kata Sharif.

Pihak militer Pakistan mengatakan pada hari Jumat kalau ibu kota negara tersebut, Islamabad dan kota Rawalpindi berada dalam siaga tingkat tinggi. Hal tersebut sebagai respon dari kebangkitan baru dalam insiden terorisme di negara tersebut. Akibatnya, sekolah-sekolah di kedua kota tersebut ditutup lebih awal.

Pencarian di daerah sekitar Rawalpindi pun telah ditingkatkan, hal itu disebut oleh ISPR yang merupakan sayap media angkatan bersenjata Pakistan. Para pejabat senior lembaga penegak hukum di Pakistan juga telah bertemu untuk membahas langkah-langkah menanggapi aksi teror tersebut.

"Pasukan keamanan dan intelijen telah diinstruksikan untuk lebih mengintensifkan menyisir dan ditargetkan beroperasi dengan tujuan untuk menghilangkan teroris dan jaringannya," kata pernyataan itu.
(HSF/rna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed