Seperti dilansir CNN, Rabu (15/2/2017), insiden ini berawal saat aktris dan model AS Emily Ratajkowski membongkar isi percakapannya dengan jurnalis NYT Jacob Bernstein saat keduanya sama-sama menghadiri pesta privat. Via akun Twitternya pada Senin (13/2), Ratajkowski mengungkapkan bahwa Bernstein menyebut istri Presiden Donald Trump sebagai 'hooker' atau pelacur.
Sat next to a journalist from the NYT last night who told me "Melania is a hooker." Whatever your politics it's crucial to call this out for
β Emily Ratajkowski (@emrata) February 13, 2017
Ratajkowski tidak menyebut langsung nama Bernstein pada kicauannya. Namun karena dia memiliki banyak follower, kicauan itu menjadi pembahasan besar.
"Duduk di sebelah jurnalis dari NYT semalam, yang memberitahu saya bahwa 'Melania adalah seorang pelacur'. Apapun pandangan politikmu, sungguh krusial untuk menyebut perilaku ini sebagaimana mestinya: slut-shaming. Saya tidak peduli soal foto telanjangnya atau sejarah seksualnya dan seharusnya orang lain juga demikian," kicau Ratajkowski dalam sejumlah tweet bersambung.
Slut-shaming merupakan aksi memberikan stigma pada perempuan yang terlibat dalam perilaku yang dinilai provokatif secara seksual.
what it is: slut shaming. I don't care about her nudes or sexual history and no one should.
β Emily Ratajkowski (@emrata) February 13, 2017
Ratajkowski sendiri dikenal sebagai model yang pernah tampil setengah telanjang dalam video musik penyanyi Robin Thicke berjudul 'Blurred Lines'. Dia juga membintangi film Hollywood 'Gone Girl' bersama aktor Ben Affleck. Semasa kampanye pilpres lalu, dia dikenal vokal sebagai pendukung Senator Vermont Bernie Sanders yang mencalonkan diri sebagai salah satu capres Partai Demokrat. Namun dia juga banyak memperjuangkan isu-isu kaum wanita.
Menanggapi kicauan Ratajkowski, Ibu Negara Melania melontarkan pujian juga via Twitter pada Senin (13/2) malam waktu AS. "Tepuk tangan untuk seluruh wanita di dunia yang berani bersuara, berjuang dan mendukung wanita lainnya! @emrata #PowerOfEveryWoman #PowerOfTheFirstLady," kicau Melania via akun resminya @FLOTUS, sembari menyebut akun Twitter Ratajkowski.
Applause to all women around the world who speak up, stand up and support other women! @emrata #PowerOfEveryWoman #PowerOfTheFirstLady
β Melania Trump (@FLOTUS) February 14, 2017
Setelah insiden ini ramai dibahas, Bernstein akhirnya meminta maaf pada Selasa (14/2) sore waktu AS. "Saya ingin mengakui kesalahan yang saya perbuat. Mengobrol di sebuah pesta yang saya pikir percakapan pribadi, saya melontarkan komentar bodoh soal Ibu Negara," ucap Bernstein via Twitter.
"Redaktur saya telah menegaskan bahwa perilaku saya tidak sejalan dengan standar Times (NYT), dan saya sepakat. Kesalahan saya, merujuk pada rumor yang tidak berdasar, semoga tidak berdampak pada orang lain dan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," imbuhnya.
Bernstein yang menulis artikel feature untuk NYT, diketahui merupakan putra dari kontributor CNN dan mantan wartawan Washington Post Carl Bernstein.
2. Speaking at a party in what I thought was a personal conversation, I nevertheless made a stupid remark about the first lady.
β Jacob Bernstein (@BernsteinJacob) February 14, 2017
(nvc/ita)











































