Wapresnya Dijuluki Gembong Narkoba, Venezuela Desak AS Minta Maaf

Wapresnya Dijuluki Gembong Narkoba, Venezuela Desak AS Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 15 Feb 2017 13:37 WIB
Wapresnya Dijuluki Gembong Narkoba, Venezuela Desak AS Minta Maaf
Tareck El Aissami (kiri) dan Nicolas Maduro (kanan) (AFP Photo/JUAN BARRETO)
Caracas - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mendesak Amerika Serikat (AS) meminta maaf. Hal ini terkait julukan gembong narkoba dan sanksi yang dijatuhkan AS kepada Wakil Presiden Tareck El Aissami.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (15/2/2017), Presiden Maduro menyatakan dirinya telah meminta Kementerian Luar Negeri Venezuela untuk melayangkan nota protes ke Washington DC. Nota protes itu juga menyerukan agar AS minta maaf.

"Mencabut dan meminta maaf pada Wakil Presiden kami di depan publik," tegas Presiden Maduro yang ditujukan untuk otoritas AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanpa diragukan, ini adalah serangan yang akan ditanggapi Venezuela secara bertahap dengan cara yang imbang dan penuh ketegasan," imbuhnya.

Pada Senin (13/2) waktu setempat, Departemen Keuangan AS menuding El Aissami dan rekannya, pengusaha Samark Jose Lopez Bello, sebagai pengedar narkoba kelas utama. AS juga memasukkan nama keduanya dalam daftar penerima sanksi di bawah Undang-Undang Foreign Narcotics Kingpin Designation Act.

Baca juga: AS Masukkan Wapres Venezuela dalam Daftar Gembong Narkoba

El Aissami disebut sengaja melindungi dan mengawasi pengiriman sejumlah besar narkoba jenis kokain via jalur laut, dari Venezuela ke Meksiko dan AS. Aktivitas ilegal ini dilakukan El Aissami saat dirinya masih menjabat Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Aragua.

Menanggapi hal itu, El Aissami menyebut sanksi yang dijatuhkan Departemen Keuangan AS sebagai 'serangan keji dan menyedihkan'.

El Aissami (42) yang keturunan Suriah dan Libanon ini, menjabat Wapres Venezuela sejak 4 Januari lalu. Pria yang sebelumnya pernah menjadi anggota parlemen ini, banyak dipandang sebagai pengganti Presiden Maduro.

Tudingan terhadap El Aissami ini semakin memanaskan ketegangan antara pemerintah Venezuela dengan AS. Presiden Maduro beberapa kali menuding AS berusaha mencampuri urusan internal negaranya, semasa kepemimpinan Presiden Barack Obama. Terhadap Presiden Donald Trump yang baru menjabat, Presiden Maduro sedikit berhati-hati mengambil langkah. Namun penjatuhan sanksi pada El Aissami ini disinyalir memicu sikap keras terhadap AS.

Secara terpisah, Menteri Keuangan AS yang baru, Steven Mnuchin menyebut langkah terhadap El Aissami ini sebagai bagian dari pemberantasan narkoba besar-besaran. "Tindakan ini menunjukkan keseriusan Presiden (Trump) dalam memerangi momok narkoba di AS," ucapnya.

(nvc/ita)


Berita Terkait