Kepala pemerintahan negara bagian Punjab, Shahbaz Sharif seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (14/2/2017) mengumumkan satu hari berkabung setelah ledakan bom di Mall Road, yang merupakan salah satu jalan utama di kota Lahore pada Senin (13/2) saat jam sibuk pagi hari.
Setidaknya 15 orang tewas dalam ledakan bom tersebut, termasuk enam polisi. Sedangkan 87 orang lainnya luka-luka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara kelompok faksi Taliban tersebut mengingatkan, serangan bom di Lahore tersebut "hanyalah permulaan".
Usai ledakan bom tersebut, warga Lahore menggelar aksi demo untuk meluapkan kemarahan mereka pada para militan dan pemerintah. Aksi demo digelar pada Selasa pagi waktu setempat di lokasi ledakan bom.
"Mereka (militan) tak ada kaitan dengan Islam dan mereka juga tak percaya pada agama apapun, satu-satunya yang mereka tahu adalah membunuh orang. Ini benar-benar aksi terorisme," ujar seorang warga bernama Tariq Saleem kepada AFP.
Warga lainnya, Nadeem Akhter menyerukan pemerintah untuk berbuat lebih banyak guna mengendalikan situasi. "Anak-anak kami dan orang-orang terbunuh dalam serangan-serangan ini," cetusnya.
(ita/ita)











































