Seperti dilansir AFP, Selasa (14/2/2017), baik Trump maupun Trudeau menghindari untuk saling mengkritik saat keduanya menggelar pertemuan untuk pertama kalinya. Namun pernyataan keduanya jelas menunjukkan perbedaan sikap terhadap kebijakan Trump yang melarang pengungsi dan warga tujuh negara mayoritas muslim, masuk ke AS.
Trump mempertahankan kebijakan imigrasinya yang kontroversial dengan menyebutnya wajar. Dia ragu saat ditanya apakah kebijakan pintu terbuka Kanada memberi ancaman bagi AS. "Anda tidak akan pernah bisa percaya diri," ucap Trump ketika ditanya soal perbatasan utara AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: REUTERS/Kevin Lamarque |
Trump kemudian membahas razia imigran ilegal di berbagai wilayah AS oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Ratusan imigran ilegal tanpa dokumen resmi ditangkap dalam beberapa hari terakhir.
"Kami sebenarnya menangkap orang-orang yang juga pelaku kriminal -- para pelaku kriminal kelas kakap dalam beberapa kasus, dengan catatan kriminal penganiayaan dan persoalan yang luar biasa, dan kami mengeluarkan mereka (dari AS)," tegasnya.
Sejumlah kelompok pembela hak sipil di AS menyebut, imigran ilegal tanpa catatan kriminal juga ditangkap dalam razia itu.
Baca juga: 680 Orang Ditangkap dalam Razia Imigran Ilegal di AS
Sedikit berbeda posisi, Trudeau mempertahankan kebijakan pintu terbuka Kanada terhadap setiap pengungsi, termasuk Suriah. "Kanada selalu memahami bahwa menjaga keselamatan warga Kanada menjadi salah satu tanggung jawab mendasar bagi setiap pemerintahan," sebutnya.
"Pada saat yang sama, kami terus menjalankan kebijakan keterbukaan kami terhadap para pengungsi tanpa mengabaikan keamanan," tegas Trudeau.
Sikap kedua pemimpin ini memang akan selalu berbeda. Trump mencap pengungsi Suriah sebagai calon teroris, sedangkan Trudeau malah menyambut langsung para pengungsi yang tiba di Bandara Internasional Pearson, Toronto.
Foto: REUTERS/Carlos Barria |
Trudeau merupakan pemimpin asing ketiga yang dijamu Trump di Gedung Putih sejak dia menjabat pada 20 Januari lalu. Trump sebelumnya telah bertemu Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
(nvc/ita)












































Foto: REUTERS/Kevin Lamarque
Foto: REUTERS/Carlos Barria