DK PBB tidak menyebutkan langkah-langkah apa yang mungkin diambil selain sanksi-sanksi internasional yang telah dijatuhkan pada Korut sejak tahun 2006 silam, terkait uji nuklir dan rudal balistiknya.
"Para anggota Dewan Keamanan menyayangkan semua aktivitas rudal balistik Republik Demokratik Rakyat Korea, termasuk peluncuran ini," demikian statemen DK PBB seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (14/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas bahwa Korut merupakan masalah besar, besar dan kita akan berurusan dengan itu dengan sangat keras," cetus Trump pada konferensi pers Senin (13/2) waktu setempat.
Dilaporkan kantor berita KCNA, pemimpin Korut Kim Jong Un mengawasi langsung uji coba itu. KCNA menyebut rudal yang diuji coba itu merupakan rudal Pukguksong-2, senjata jenis baru yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
KCNA menyebut, rudal itu ditembakkan pada ketinggian yang telah dipertimbangkan demi keselamatan negara tetangga. Sumber militer Korea Selatan (Korsel) pada Minggu (12/2) menyebut, rudal Korut itu mencapai ketinggian 550 kilometer, sebelum jatuh di perairan sebelah timur Semenanjung Korea.
Disebutkan KCNA, rudal itu merupakan versi tercanggih dari rudal balistik kapal selam yang pernah diuji coba pada Agustus 2016 lalu. Rudal itu dltembakkan dari pangkalan udara Banghyon, Provinsi North Pyongan.
(ita/ita)











































