Seperti dilansir dari Reuters, Selasa (14/2/2017), ledakan itu terjadi dalam sebuah aksi protes yang sedang digelar oleh para ahli kimia dan produsen farmasi Pakistan. Mereka memprotes kebijakan pemerintah yang baru.
Koran berbahasa Inggris Dawn dan Stasiun TV Dunya melaporkan 10 orang telah tewas akibat ledakan itu. Koran Dawn bahkan melaporkan 30 orang terluka saat kejadian berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pembicara untuk kelompok Jamaat-ur-Ahrar, sebuah faksi dari Taliban Pakistan telah menghubungi Reuters. Mereka mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Kelompok tersebut adalah kelompok yang juga mengaku bertanggung jawab atas pemboman pada Hari Paskah di Lahore yang menewaskan lebih dari 70 orang di sebuah taman publik. Keamanan di wilayah Pakistan sendiri sudah jauh lebih baik dalam beberapa tahun belakangan, namun kelompok-kelompok seperti Taliban Pakistan dan ISIS masih memberi ancaman dan membuat sejumlah serangan massal.
Perdana Menteri Nawaz Sharif mengatakan serangan-serangan yang terjadi di negaranya tidak akan melemahkan tekad bulat Pakistan dalam perjuangan melawan militansi.
"Kami telah berjuang melawan teroris di sekitar kami dan akan terus berjuang sampai kami membebaskan orang-orang kami dari kanker ini. Dan kami akan membalas mereka yang telah mengorbankan nyawanya untuk kami," ujar Sharif dalam sebuah kesempatan. (gbr/elz)











































